Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Teman Kuliah Jokowi Ungkap Skripsi UGM Era 1980-an: Mahasiswa Masih Pakai Mesin Ketik

Teman Kuliah Jokowi Ungkap Skripsi UGM Era 1980-an: Mahasiswa Masih Pakai Mesin Ketik Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Teman seangkatan Joko Widodo saat kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Frono Jiwo, mengungkap kondisi pembuatan skripsi mahasiswa pada era 1980-an. Menurut Frono, mahasiswa pada masa itu masih mengandalkan mesin ketik untuk mengerjakan skripsi, sementara komputer belum menjadi perangkat yang umum digunakan.

Frono dan Jokowi merupakan mahasiswa satu angkatan yang masuk Fakultas Kehutanan UGM pada 1980 dan menyelesaikan pendidikan pada 1985. Kesaksian tersebut disampaikan Frono ketika menanggapi informasi yang beredar mengenai dokumen akademik Jokowi yang kembali dipersoalkan sejumlah pihak.

Menurut Frono, penggunaan mesin ketik merupakan hal yang lazim bagi mahasiswa pada masa tersebut. Komputer memang sudah mulai dikenal, tetapi jumlah mahasiswa yang menggunakannya masih sangat terbatas.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik, walaupun sudah ada komputer tapi jarang sekali yang bisa,” kata Frono, dikutip dari situs resmi UGM, Minggu (6/9/2026).

Kondisi tersebut membuat proses penyusunan skripsi pada era itu berbeda dengan kebiasaan mahasiswa saat ini. Mahasiswa tidak bisa dengan mudah melakukan perubahan format atau memperbaiki tulisan seperti menggunakan perangkat komputer, sehingga pengerjaan dokumen dilakukan dengan fasilitas yang tersedia pada zamannya.

Frono juga menjelaskan bahwa mahasiswa biasanya tidak mengerjakan seluruh kebutuhan fisik skripsi secara mandiri. Untuk bagian sampul, lembar pengesahan, hingga proses penjilidan, mahasiswa umumnya menyerahkannya kepada pihak percetakan.

“Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menjadi konteks penting ketika tampilan skripsi mahasiswa UGM pada era 1980-an dibandingkan dengan standar dokumen akademik masa sekarang. Menurut Frono, proses pembuatan dan pencetakan dokumen pada periode tersebut memang sangat bergantung pada percetakan serta teknologi yang tersedia saat itu.

Frono sendiri mengaku prihatin dengan informasi yang mempertanyakan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi. Ia mengatakan pengalaman sebagai mahasiswa satu angkatan membuat dirinya mengetahui secara langsung bagaimana proses akademik berlangsung ketika mereka masih menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.

Selain menjelaskan proses pembuatan skripsi, Frono juga mengungkap bahwa format ijazah yang diterimanya memiliki kesamaan dengan ijazah Jokowi. Ia menyebut kesamaan tersebut terlihat dari jenis huruf hingga pejabat yang menandatangani dokumen.

Menurut Frono, ijazah miliknya ditandatangani Rektor UGM Prof T. Jacob dan Dekan Fakultas Kehutanan Prof Soenardi Prawirohatmodjo. Perbedaan yang ia ketahui dengan ijazah Jokowi hanya terdapat pada nomor kelulusan universitas dan fakultas.

“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” ujarnya.

Frono dan Jokowi tidak hanya memiliki pengalaman bersama selama kuliah di UGM. Setelah lulus, keduanya juga pernah bekerja di perusahaan yang sama, PT Kertas Kraft Aceh (Persero), bersama Hari Mulyono yang merupakan adik ipar Jokowi.

Baca Juga: Heboh Ucapan Gibran 'Bukan Saya yang Masak' di Tengah Keracunan MBG, Loyalis Jokowi Buka Suara!

Menurut Frono, Jokowi kemudian mengundurkan diri setelah sekitar dua tahun bekerja di perusahaan tersebut. Ia menduga salah satu faktornya berkaitan dengan kondisi tempat tinggal di Aceh Tengah setelah Jokowi menikah dengan Iriana.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya dan almarhum Hari Mulyono (adik ipar Jokowi) bareng-bareng masuk kerja,” kata Frono.

“Setelah Pak Jokowi menikah, Ibu Iriana kayaknya tidak betah karena basecamp berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah, Pak Jokowi resign dulu, tinggal saya dan almarhum Hari Mulyono yang masih bertahan,” ujarnya.

Kesaksian Frono memberikan gambaran mengenai kehidupan akademik mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM pada awal 1980-an, termasuk teknologi yang digunakan untuk menyusun skripsi. Namun, keterangan tersebut tetap merupakan kesaksian pribadi Frono dan bukan merupakan verifikasi independen atas keaslian dokumen akademik Jokowi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama