Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Modal Rp72 Miliar Jadi Tiket Masuk Investasi Piala Dunia, FIFA Buka Skema Saham Baru

        Modal Rp72 Miliar Jadi Tiket Masuk Investasi Piala Dunia, FIFA Buka Skema Saham Baru Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Piala Dunia kini bukan hanya menjadi panggung sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi menjadi aset investasi bernilai fantastis. FIFA tengah menyiapkan skema penjualan saham Piala Dunia melalui perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

        Melalui skema tersebut, FIFA membuka peluang bagi investor strategis global untuk memiliki bagian dari bisnis turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Namun, kesempatan tersebut tidak diperuntukkan bagi investor ritel karena modal yang dibutuhkan tergolong besar.

        Dilansir dari BBC, calon pemegang saham harus menyiapkan dana awal sekitar 4 juta dolar AS atau setara Rp72 miliar. FIFA sendiri hanya akan melepas saham minoritas dalam perusahaan tersebut.

        FFE nantinya akan mengelola sejumlah kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. FIFA tetap menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pihak yang mengendalikan arah perusahaan.

        Rencana ini menjadi bagian dari upaya FIFA mengubah popularitas besar Piala Dunia menjadi nilai ekonomi yang lebih luas. Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut langkah tersebut bertujuan agar keuntungan dari sepak bola dapat kembali mendukung perkembangan olahraga di berbagai negara.

        "Sebagian dari permainan sepakbola ini telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa. Kami merayakan kesuksesan itu dan ingin itu terus berlanjut, karena itu mengangkat seluruh permainan," ujar Infantino.

        Ia menegaskan FIFA ingin memastikan pertumbuhan sepak bola dapat dirasakan oleh seluruh anggota asosiasi. Dana yang diperoleh nantinya disebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program pengembangan sepak bola.

        "Tugas kami adalah memastikan sepakbola tumbuh bersama. FIFA ada untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan inklusif di setiap sudut dunia," tambahnya.

        Baca Juga: UEFA Murka! Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Rp362 Triliun Disebut Ancam Masa Depan Sepak Bola

        Potensi keuntungan dari bisnis Piala Dunia memang sangat besar. Pada edisi 2026, FIFA mencatat pendapatan sekitar 15 miliar dolar AS atau Rp269 triliun, meningkat dua kali lipat dibandingkan keuntungan Piala Dunia 2022 yang berada di angka 7,5 miliar dolar AS.

        Meski menjanjikan peluang bisnis besar, rencana komersialisasi Piala Dunia ini menuai kritik. UEFA menilai langkah FIFA menjual saham turnamen internasional tersebut telah melewati batas kewenangan organisasi sepak bola dunia.

        UEFA menyoroti bahwa Piala Dunia bukan sekadar aset bisnis yang dapat diperjualbelikan. Otoritas sepak bola Eropa itu meminta FIFA lebih transparan terkait pihak yang nantinya mendapatkan keuntungan dari skema tersebut.

        Dengan nilai bisnis yang terus meningkat, FIFA kini berada di persimpangan antara mempertahankan nilai olahraga atau memperluas sisi komersial Piala Dunia. Keputusan terkait FFE pun diperkirakan akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam tata kelola sepak bola global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: