Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Kalau Anies Baswedan Diangkat Jadi Seskab Baru, Keadaan Prabowo Kemungkinan Bisa Berubah'

        'Kalau Anies Baswedan Diangkat Jadi Seskab Baru, Keadaan Prabowo Kemungkinan Bisa Berubah' Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat Politik Tony Rosyid melontarkan gagasan yang dinilai tidak biasa di tengah dinamika politik nasional, khususnya saat menurunnya elektabilitas dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden menurutnya bisa mempertimbangkan memberikan jabatan strategis kepada Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

        Menurut Tony, kondisi turunnya elektabilitas sang presiden perlu direspons dengan langkah politik yang mampu memperluas dukungan sekaligus meningkatkan efektivitas pemerintahan. Salah satu gagasan yang ia lontarkan adalah memberikan posisi penting kepada Anies Baswedan. Ia bisa diangkat sebagai Menteri Sekretaris Negara maupun Sekretaris Kabinet.

        Baca Juga: Elektabilitas Kalahkan Prabowo, Kini Tercium Bau Dedi Mulyadi Akan Berpaling ke Orang Dekat Jokowi

        "Jika Anies Baswedan dijadikan mensesneg atau seskab misalnya, keadaan Prabowo ada kemungkinan bisa berubah," ujar Tony, dikutip Jumat (31/7/2026).

        Anies menurutnya memiliki modal politik yang tidak kecil karena didukung basis pendukung yang luas dan loyal. Selain itu, Tony juga memandang mantan gubernur tersebut memiliki kemampuan manajerial yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi pemerintahan.

        "Anies, selain punya pendukung dalam jumlah besar dan cukup militan, secara skill bisa ditugaskan untuk mengorkestrasi kementerian dan lembaga negara agar bisa bekerja lebih profesional," katanya.

        Tony menilai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi yang dapat ditempuh presiden untuk menghadapi tantangan politik yang berkembang setelah munculnya berbagai hasil survei terbaru.

        Namun demikian, ia mengakui bahwa keputusan semacam itu bukan perkara sederhana karena menyangkut dinamika koalisi serta berbagai kepentingan politik di dalam pemerintahan.

        Menurutnya, setiap pemimpin pada akhirnya akan dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang membutuhkan keberanian mengambil keputusan. Tony juga menegaskan, apabila dilema politik tidak segera diselesaikan, posisi seorang pemimpin dapat semakin melemah.

        "Seorang pemimpin akan selalu dihadapkan pada tantangan. Tantangan yang berat adalah ketika menghadapi dilema," tuturnya.

        Diketahui, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia melaporkan hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan elektabilitas dari Prabowo. Ia bahkan kalah dalam simulasi calon presiden dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

        Baca Juga: Bocoran Prabowo Soal Pengganti Perry Warjiyo di Bank Indonesia (BI): Dia Kayaknya Gimana? Oke Gak?

        SMRC 5–19 Juli 2026, Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 35 persen. Sementara Prabowo berada di angka 14,5 persen. Adapun Anies Baswedan 8,2 persen. Survei Indikator Politik Indonesia 14–24 Juli 2026, Dedi Mulyadi meraih 32,4 persen. Prabowo menyusul dengan 18,8 persen. Adapun Anies Baswedan 11,6 persen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: