Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekonom Bongkar Isu Panas: BI Rate 5,75% Diduga Picu Perselisihan Perry vs Purbaya

        Ekonom Bongkar Isu Panas: BI Rate 5,75% Diduga Picu Perselisihan Perry vs Purbaya Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekonom senior Ferry Latuhihin menyoroti kabar adanya ketegangan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terkait kebijakan suku bunga acuan BI rate.

        Menurut Ferry, perbedaan pandangan itu muncul saat Perry masih menjabat sebagai Gubernur BI dan memilih mempertahankan BI rate di level 5,75 persen. Purbaya disebut tidak sejalan dengan keputusan tersebut.

        “Pada rapat Dewan Gubernur yang lalu yang mempertahankan BI rate 5,75 persen, kabarnya terjadi dispute, terjadi perselisihan antara Perry dan Purbaya sebagai Menteri Keuangan,” kata Ferry di kanal YouTube pribadinya, dikutip Jumat (31/7).

        “Kabarnya Purbaya tidak setuju Perry mempertahankan BI rate di 5,75 persen,” lanjutnya.

        Ferry menilai langkah Perry mempertahankan suku bunga acuan adalah keputusan yang tepat dari sisi moneter. Ia menegaskan, menaikkan BI rate ke 6 persen demi menjaga stabilitas rupiah justru akan menambah beban ekonomi. 

        “Karena ongkosnya adalah ongkos ekonomi. Ketika ekonomi kita tidak baik-baik saja. Menaikkan suku bunga itu sama juga dengan bunuh diri. Jadi, BI rate dipertahankan di 5,75 persen,” ujarnya.

        Namun, Ferry juga menekankan bahwa menurunkan BI rate bukanlah solusi, karena akan memperbesar tekanan terhadap rupiah di tengah dominasi dolar.

        Hingga kini, baik Purbaya maupun Perry belum memberikan klarifikasi atas isu perselisihan tersebut. Perry sendiri baru saja menjadi sorotan setelah resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026 dengan alasan pribadi.

        Baca Juga: 72 Bulan Surplus Hilang, Defisit Meledak, Ekonom Salahkan Purbaya

        Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri Perry dan memberikan apresiasi atas dedikasinya selama tujuh tahun memimpin BI.

        “Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo. Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: