Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Puluhan Target di Iran Diserang AS, Trump: Mereka Akan Dihajar Habis-habisan

        Puluhan Target di Iran Diserang AS, Trump: Mereka Akan Dihajar Habis-habisan Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat meningkatkan eskalasi konflik dengan melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah Iran. Operasi militer yang berlangsung sekitar dua jam itu diklaim menyasar puluhan target sebagai balasan atas serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

        Presiden AS Donald Trump menegaskan negaranya akan memberikan respons keras terhadap serangan tersebut. Ia menyebut rudal Iran hanya memberi waktu beberapa menit bagi pasukan Amerika untuk melakukan pencegatan.

        "Kita akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan," kata Trump dilansir AFP, Rabu (29/7/2026).

        Trump juga mengungkapkan bahwa operasi udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak dilakukan dengan koordinasi pemerintah Irak. Serangan itu berlangsung setelah Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat drone yang menargetkan fasilitas minyak di wilayah timur negaranya.

        Di saat yang sama, Washington terus meningkatkan tekanan kepada pemerintah Irak agar melucuti kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mempersempit pengaruh Teheran di kawasan.

        Seorang pejabat Amerika Serikat kepada CNN mengatakan sasaran utama operasi kali ini adalah fasilitas militer Iran. Trump juga menegaskan bahwa kini giliran negaranya mengambil tindakan.

        "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kita untuk menyerang mereka. Mereka tahu itu akan datang," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada hari Rabu.

        Media Iran melaporkan ledakan terjadi di sejumlah wilayah selatan negara itu setelah serangan dimulai. Press TV menyebut beberapa titik terdengar ledakan, sementara Tasnim melaporkan tiga ledakan mengguncang Pulau Qeshm dan sebuah rudal menghantam kawasan permukiman.

        Baca Juga: Iran Dapat Bocoran dari Yordania Sebelum Menyerang Pangkalan Amerika Serikat

        Selain itu, penyiar nasional IRIB melaporkan ledakan juga terdengar di Provinsi Bushehr yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir Iran. Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai dampak terhadap fasilitas tersebut.

        Kantor berita Fars melaporkan serangan di kawasan Chah Tangu, Pulau Qeshm, menewaskan satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak mereka yang masih berusia dua tahun. Dua anak lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: