Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Kebijakan Baru, Pakuwon Group Jawab Soal Pasang Pagar Tinggi

        Bukan Kebijakan Baru, Pakuwon Group Jawab Soal Pasang Pagar Tinggi Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan besar di Jakarta dan Surabaya memicu perhatian publik. Di tengah munculnya berbagai spekulasi, manajemen Pakuwon Group menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan langkah antisipasi terhadap situasi keamanan, melainkan bagian dari identitas desain mal yang telah diterapkan sejak puluhan tahun lalu.

        Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa sejumlah mal yang dikelola perusahaan memang telah lama menggunakan pagar tinggi di area sekelilingnya.

        Beberapa mal yang menjadi sorotan antara lain Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, Pakuwon City Mall di Surabaya, serta Mal Kota Kasablanka dan Blok M Plaza di Jakarta Selatan.

        Menurut Sutandi, pemasangan pagar bukan kebijakan baru. Ia mencontohkan Royal Plaza Surabaya yang telah dipagari sejak 2006.

        "Mal Pakuwon sudah banyak yang dipagari. Royal Plaza sudah dipagari sejak tahun 2006, sudah 20 tahun pagarnya pakai hollow hitam, sekarang sudah karatan kena panas dan hujan," ujar Sutandi dalam keterangan yang dikutip dari akun Instagram resminya, Jumat (31/7/2026).

        Ia menegaskan, konsep pagar tinggi bahkan telah menjadi ciri khas proyek-proyek Pakuwon sejak pembangunan Blok M Plaza di Jakarta Selatan.

        "Kita sejak Blok M Plaza sudah ada pagar keliling, dan prototype pagar tinggi itu justru dari Blok M Plaza. Ini jadi identitas kita," katanya.

        Sutandi juga mengungkapkan alasan awal pemasangan pagar tinggi lebih berkaitan dengan aspek keselamatan pengunjung. Menurutnya, area Pakuwon Mall Surabaya yang membentang luas hingga terhubung ke kawasan Citraland berpotensi memicu orang menyeberang jalan secara sembarangan apabila tidak diberi pembatas.

        "Awalnya kita berpikir Pakuwon Mall ini kan lebar sekali nyambung sampai Citraland. Kalau semua orang nyebrang masuk sembarangan bahaya buat mereka sendiri, awalnya di sana niatannya," ujarnya.

        Di tengah berkembangnya spekulasi mengenai alasan pemasangan pagar, Sutandi memastikan perusahaan tidak memiliki informasi mengenai potensi gangguan keamanan yang melatarbelakangi kebijakan tersebut.

        "Pakuwon bukan peramal, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mal Pakuwon Group yang dipagari itu sebenarnya sudah banyak," katanya.

        Sorotan terhadap pagar tinggi di sejumlah mal juga mendapat respons dari aparat kepolisian. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan fungsi intelijen untuk menganalisis perkembangan situasi keamanan.

        Meski demikian, ia memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.

        "Situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya, jadi menciptakan rasa aman itu bukan menjadi tanggung jawab satu institusi, tapi berbagai institusi termasuk dari masyarakat," ujarnya usai konferensi pers hasil Operasi Berantas Jaya 2026 di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

        Baca Juga: Soal Mal Dipasang Pagar, Apindo:Kami Akan Cek ke Pengelola

        Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ia mengatakan hasil koordinasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menunjukkan tidak ada persoalan yang berkaitan dengan pemasangan pagar tersebut.

        "Koordinasi dengan APPBI, enggak ada masalah kok, enggak ada isu apa-apa. Aman-aman saja, enggak ada masalah," kata Budi Santoso.

        Sebagai informasi, mal-mal yang menjadi perhatian publik tersebut berada di bawah pengelolaan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), salah satu emiten properti terbesar di Indonesia yang merupakan bagian dari Pakuwon Group. Perusahaan yang didirikan Alexander Tedja pada 1982 itu memiliki portofolio bisnis yang mencakup pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, hingga gedung perkantoran di berbagai kota.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: