Prabowo Akan 'Bersih-bersih' Kabinet demi Bertahan hingga 2029: Mungkin Dicicil sampai Oktober
Kredit Foto: BPMI
Isu Perombakan Kabinet Merah Putih kembali menguat, hal ini menyusul gunjang-ganjing dalam pemerintahan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia diprediksi akan melaukan reshuffle demi mempertahankan jabatannya hingga 2029.
Pengamat Politik Rocky Gerung memprediksi bahwa presiden akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap jajaran menterinya. Bahkan, ia memperkirakan proses tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga Oktober 2026.
Baca Juga: Tak Ingin Aneh-aneh, Prabowo Tuntut Bank Indonesia (BI) Bisa Diajak Kerja Sama: Kita Harus Satu Tim
"Saya kira minggu depan bakal ada overhaul habis-habisan. Ada pembersihan yang lebih radikal, tapi mungkin dicicil sampai Oktober," kata Rocky Gerung dalam Hendri Satrio Official di YouTube, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Rocky menilai langkah itu menjadi kebutuhan mendesak menyusul menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan. Menurutnya, perubahan komposisi kabinet menjadi salah satu cara bagi politikus itu untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pemerintahannya hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Prediksi Rocky muncul setelah mencermati hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam survei itu, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan saat ini disebut turun cukup tajam, dari 81 persen pada akhir tahun lalu menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Menurut Rocky, penurunan kepercayaan publik merupakan sinyal bahwa pemerintah membutuhkan langkah korektif yang nyata, bukan sekadar perubahan kebijakan. Ia berpandangan penyegaran kabinet dapat menjadi momentum bagi Prabowo untuk menunjukkan arah baru pemerintahannya.
Rocky bahkan menilai masa depan pemerintahan saat ini sangat bergantung pada keberanian melakukan perubahan besar di internal kabinet yang dimiliki oleh Prabowo.
"Dia pasti sampai kalau dia lakukan radical break. Ganti semua. Kalau enggak diganti, minggu depan juga enggak sampai," ujarnya.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari presiden maupun istana mengenai rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, jika memang terjadi perubahan susunan kabinet, kemungkinan besar berkaitan dengan pengisian sejumlah posisi yang kosong.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tiba-tiba Jadi Lawan Prabowo Bukanlah Hal Mustahil: Dia Besar di Golkar, Bukan Gerindra
“Kalaupun mohon maaf ya kalaupun misalnya ada (reshuffle), barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” kata Prasetyo
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: