Kredit Foto: ICBP.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membukukan penurunan laba bersih sebesar 33% pada semester I 2026 menjadi Rp3,70 triliun, meski penjualan dan laba usaha masih mencatatkan pertumbuhan. Pelemahan laba tersebut terutama dipicu meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan semester I 2026, penjualan neto konsolidasi ICBP meningkat 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp41,86 triliun, dibandingkan Rp37,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, laba usaha naik 8% menjadi Rp9,15 triliun dari Rp8,48 triliun, dengan margin laba usaha tetap terjaga di level 21,9%.
Namun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp3,70 triliun dari Rp5,54 triliun pada semester I 2025. Perseroan menyebut penurunan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pembiayaan akibat depresiasi nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, jika mengacu pada core profit yang mencerminkan kinerja operasional tanpa memperhitungkan dampak non-operasional tertentu, ICBP masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 1% menjadi Rp5,40 triliun dari Rp5,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan perseroan masih mampu mencatatkan kinerja operasional yang positif di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Baca Juga: Bisnis Air Grup Salim Himpun Dana Rp2 Triliun dari Pasar Modal
Baca Juga: DCII Milik Salim dan Toto Sugiri Siap Ekspansi Besar, Fitch Ungkap Prospeknya
"ICBP membukukan kinerja yang positif di paruh pertama tahun 2026 meski dihadapkan pada situasi pasar yang semakin dinamis. Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," ujar Anthoni Salim, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa aktivitas operasional ICBP masih bertumbuh, tercermin dari kenaikan penjualan, laba usaha, dan core profit. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah memberikan tekanan terhadap laba bersih yang dilaporkan karena meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: