Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Produsen Indomie (ICBP) Raih Penjualan Rp74,85 Triliun di 2025, Laba Naik 30%

Produsen Indomie (ICBP) Raih Penjualan Rp74,85 Triliun di 2025, Laba Naik 30% Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melaporkan kinerja keuangan yang tetap solid sepanjang 2025, meskipun dihadapkan pada tekanan makroekonomi dan kenaikan biaya bahan baku.

Produsen mie instan dengan merek Indomie ini masih mampu menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus mendorong lonjakan laba bersih secara signifikan.

Penjualan neto konsolidasi ICBP tumbuh 3% menjadi Rp74,85 triliun dari Rp72,60 triliun pada tahun sebelumnya. Kontributor terbesar masih berasal dari segmen mi instan dengan nilai Rp54,38 triliun. 

Selain itu, segmen dairy menyumbang Rp9,65 triliun, makanan ringan Rp4,42 triliun, penyedap makanan Rp3,60 triliun, minuman Rp1,47 triliun, serta nutrisi dan makanan khusus sebesar Rp1,31 triliun. Struktur pendapatan ini menunjukkan diversifikasi bisnis yang cukup kuat di lini produk konsumen.

“Meski menghadapi situasi makroekonomi yang penuh tantangan, ICBP berhasil membuktikan ketangguhan kinerja keuangannya di tahun 2025, sekaligus mempertahankan kepemimpinannya di sektor barang konsumsi,” ujar Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP.

Dari sisi profitabilitas, laba usaha meningkat 2% menjadi Rp16,66 triliun dari Rp16,32 triliun, dengan margin laba usaha yang stabil di level 22,3%. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 30% menjadi Rp9,22 triliun dari Rp7,08 triliun.

Namun, jika dilihat dari sisi operasional murni, core profit justru mengalami penurunan 4% menjadi Rp9,98 triliun dari Rp10,41 triliun. Penurunan ini terutama dipicu oleh kenaikan beban bahan baku, yang menjadi tantangan utama di sektor consumer goods.

Dari sisi neraca, total aset ICBP meningkat menjadi Rp135,54 triliun per Desember 2025, naik dari Rp126,04 triliun pada tahun sebelumnya. Liabilitas juga bertambah menjadi Rp61,86 triliun dari Rp58,99 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp73,68 triliun dari Rp67,04 triliun.

Baca Juga: Indofood Milik Grup Salim (INDF) Kantongi Laba Rp10,68 Triliun Sepanjang 2025

Baca Juga: Anjlok 15,52%, Laba Ramayana (RALS) Sisa Rp265,28 Miliar pada 2025

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat relevansi produk melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar Indonesia, serta meningkatkan keunggulan operasional kami," pungkas Anthoni.

Secara keseluruhan, kinerja ICBP mencerminkan ketahanan bisnis yang kuat. Meski tekanan biaya mulai terasa di level operasional, kemampuan perusahaan dalam menjaga margin dan meningkatkan laba bersih menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement