Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Merek-Merek Ini Bikin Pasar Mobil Bekas GIIAS 2026 Banjir Penawaran

        Merek-Merek Ini Bikin Pasar Mobil Bekas GIIAS 2026 Banjir Penawaran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mobil-mobil merek Jepang masih mendominasi pasar mobil bekas yang ditawarkan melalui program tukar tambah (trade-in) di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dominasi tersebut terlihat dari data inspeksi kendaraan yang dilakukan OLXmobbi selama penyelenggaraan GIIAS tahun lalu.

        Chief Operating Officer OLXmobbi, Agung Iskandar, mengatakan  lima merek Jepang menjadi kendaraan yang paling banyak dibawa konsumen untuk menjalani inspeksi sebelum ditukar dengan mobil baru.

        "Kalau kita lihat berdasarkan brand, top 5 brand mobil yang datang ke OLXmobbi untuk diinspeksi masih didominasi lima brand Jepang," kata Agung saat konferensi pers di GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (31/7/2026).

        Menurut dia, kondisi tersebut merupakan cerminan dari komposisi penjualan mobil baru di Indonesia sekitar tiga hingga lima tahun lalu. Sebab, kendaraan yang kini masuk ke pasar mobil bekas umumnya berasal dari periode tersebut.

        "Karena memang kejadian di mobil bekas adalah refleksi dinamika pasar mobil baru sekitar tiga sampai lima tahun yang lalu," ujar Agung.

        Berdasarkan data OLXmobbi, Toyota menjadi merek yang paling banyak diinspeksi dengan porsi mencapai 42 persen. Posisi berikutnya ditempati Honda sebesar 16 persen, disusul Daihatsu, Mitsubishi, dan Suzuki dengan kontribusi masing-masing sekitar 8 hingga 5 persen.

        Tak hanya dari sisi merek, pola serupa juga terlihat pada model kendaraan yang paling banyak mengikuti proses trade-in.

        Toyota Kijang Innova menjadi model yang paling banyak diinspeksi sepanjang GIIAS tahun lalu. Setelah itu ada Toyota Avanza, Toyota Rush, Honda HR-V, dan Toyota Fortuner.

        Agung menilai daftar tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan. Pasalnya, model-model tersebut memang sudah lama menjadi tulang punggung penjualan mobil baru di Indonesia, sehingga populasinya di pasar mobil bekas juga sangat besar.

        "Model-model ini memang senantiasa dari tahun ke tahun tetap menjadi rajanya penjualan mobil baru. Refleksinya sama di market mobil bekas," kata dia.

        Jika dikelompokkan berdasarkan jenis kendaraan, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) masih menjadi tipe yang paling banyak menjalani inspeksi untuk program tukar tambah. Setelah MPV, berturut-turut diikuti Sport Utility Vehicle (SUV), hatchback, Low Cost Green Car (LCGC), dan sedan.

        Baca Juga: Konten Kreator Merekam Diam-Diam, Ketua Komisi III DPR Dorong SPG GIIAS Lapor Polisi

        Baca Juga: Curi Perhatian di GIIAS 2026, Wuling Aira EV Edisi Toy Story 5 Ludes dalam Hitungan Hari

        Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kendaraan keluarga masih menjadi tulang punggung pasar mobil bekas di Indonesia. Tingginya populasi MPV, terutama model-model produksi Jepang, membuat kendaraan di segmen ini tetap menjadi pilihan utama konsumen yang ingin melakukan trade-in saat berburu mobil baru di GIIAS.

        Melihat tren tersebut, OLXmobbi berharap pertumbuhan transaksi trade-in pada GIIAS 2026 dapat kembali berlanjut setelah mencatat peningkatan positif dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan mencatat jumlah transaksi trade-in tumbuh 26 persen pada 2024 dan melonjak 68 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: