Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Pengamat politik Adi Prayitno menilai Pemilu 2029 akan menjadi ajang pembuktian terakhir kesaktian Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), yang kini all out mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI)..
Menurut Adi, jika PSI lolos ke parlemen, di dalamnya terdapat peran signifikan Jokowi. Sebaliknya, jika gagal, hal itu menjadi tanda bahwa mantan Wali Kota Solo tersebut sudah kehilangan kesaktiannya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden dan tidak bersama PDI-P.
"Kalau PSI lolos ke parlemen, itu tentu ada faktor Pak Jokowi yang signifikan. Dan pada saat yang bersamaan, kalau PSI tidak lolos ke parlemen, itu menjadi tanda tepat, ya, betapa Pak Jokowi itu sudah tak lagi sakti mandraguna setelah tak lagi jadi presiden dan setelah tak lagi bersama dengan PDIP," ujar Adi dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (3/8).
Adi menambahkan, dukungan penuh Jokowi terhadap PSI di 2029 merupakan pertaruhan politik besar setelah tidak lagi berada di lingkar kekuasaan.
"Makanya dalam berbagai hal saya selalu mengulang-ulang, ketika Jokowi all out ingin memenangkan PSI di 2029, ini adalah pertaruhan politik Jokowi yang sesungguhnya setelah tak lagi jadi presiden, setelah tak lagi bersama dengan PDI-P," tandasnya.
Sebelumnya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026), Jokowi menegaskan keyakinannya bahwa PSI punya peluang besar menembus DPR RI pada Pemilu 2029.
Dalam pidatonya, Jokowi menekankan bahwa target PSI bukan sekadar lolos ke Senayan, melainkan meraih kemenangan besar di 2029.
"Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," kata Jokowi, dikutip Senin (3/8).
Meski tidak merinci sasaran besar yang dimaksud, Jokowi menyebut kalkulasi politik PSI dan antusiasme kader di berbagai daerah sebagai modal kuat. Ia menilai membludaknya peserta Rakorda di Kupang menjadi bukti dukungan nyata.
"Kalau soal masuk Senayan, saya tidak mendahului dan tidak sombong. Tetapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi. Masuk," jelas Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Deklarasi PSI: Ambisi Kembali Berkuasa di 2029
"Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan?" sambungnya.
Jokowi juga menyinggung semangat serupa yang ia lihat di Lampung, mulai dari Bandar Lampung hingga Mesuji dan Tulang Bawang. Menurutnya, peluang PSI semakin besar jika struktur kepengurusan bisa menjangkau hingga tingkat desa dan TPS. dan tempat pemungutan suara (TPS).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: