Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Pamer IHSG Sudah Mulai Bangkit Usai Anjlok Hampir 20%

        OJK Pamer IHSG Sudah Mulai Bangkit Usai Anjlok Hampir 20% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pasar modal Indonesia mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah mengalami tekanan pada triwulan II-2026. Hingga 31 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10,51% secara month to date (mtd) ke level 6.236,13, setelah sebelumnya terkoreksi 19,93% secara kuartalan.

        Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penguatan tersebut mencerminkan membaiknya sentimen investor dibandingkan posisi akhir triwulan II yang berada di level 5.643,19.

        "Memasuki bulan Juli 2026, indeks menunjukkan arah pemulihan. Per 31 Juli 2026, IHSG ditutup pada level 6.236,13 atau menguat 10,51% month to date," ujar Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).

        Menurut OJK, penguatan IHSG menjadi indikasi bahwa tekanan di pasar saham mulai mereda setelah sebelumnya dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global dan penyesuaian portofolio investor pada triwulan II-2026.

        Sejalan dengan perbaikan pasar saham, industri pengelolaan investasi juga menunjukkan kinerja yang lebih baik. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana meningkat dari Rp652,9 triliun pada akhir triwulan II menjadi Rp663,26 triliun per 30 Juli 2026, atau tumbuh 1,59% secara kuartalan.

        Selain itu, fungsi pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha juga tetap berjalan. Hingga 31 Juli 2026, nilai penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp113,13 triliun secara year to date (ytd).

        Baca Juga: Demutualisasi BEI Masuk Babak Akhir, OJK Bidik Rampung September

        Baca Juga: BEI Minta Investor Tenang usai Perry Warjiyo Mundur dari Kursi Gubernur BI

        Baca Juga: IHSG Diperkirakan Masih Tertekan, Pasar Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru

        Capaian tersebut menunjukkan perusahaan masih memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan global.

        OJK menilai pemulihan IHSG, kenaikan NAB reksa dana, serta tetap berjalannya aktivitas penghimpunan dana menjadi indikator bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga.

        Regulator akan terus memantau perkembangan pasar keuangan, termasuk dampak dinamika ekonomi global terhadap arus modal dan sentimen investor, guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: