Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Diperkirakan Masih Tertekan, Pasar Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru

IHSG Diperkirakan Masih Tertekan, Pasar Tunggu Kepastian Gubernur BI Baru Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menanti kepastian mengenai sosok Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, di tengah proses transisi kepemimpinan bank sentral.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 6.080-6.250, setelah pada perdagangan sebelumnya indeks ditutup melemah 0,17% ke level 6.185,7 pada Senin (27/7/2026).

Dari sisi teknikal, indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) masih menunjukkan tren positif meski momentumnya mulai melemah. Sementara itu, Stochastic RSI bergerak turun di area pivot. Kendati demikian, IHSG masih mampu bertahan di atas Moving Average (MA) 20 dan MA50, sehingga peluang untuk bergerak sideways masih cukup besar.

"Pergerakan IHSG diperkirakan cenderung berkonsolidasi di rentang 6.080-6.250 pada perdagangan hari ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Sentimen utama yang membayangi pasar masih berasal dari pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Pergantian pimpinan bank sentral dinilai sempat memicu kekhawatiran investor karena berpotensi meningkatkan ketidakpastian di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan ekspektasi perubahan arah kebijakan moneter.

Meski begitu, penunjukan Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI memberikan sinyal positif bahwa kebijakan Bank Indonesia diperkirakan tetap konsisten dalam menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga sistem keuangan nasional.

Saat ini, perhatian investor mulai beralih pada proses penunjukan Gubernur BI definitif. Phintraco Sekuritas menilai figur pengganti Perry Warjiyo akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap independensi Bank Indonesia.

"Sebaliknya, apabila muncul persepsi bahwa independensi BI mulai berkurang atau arah kebijakan moneter berubah secara signifikan, kondisi tersebut berpotensi menekan nilai tukar rupiah, meningkatkan volatilitas di pasar obligasi, dan memberi tekanan pada saham-saham sektor perbankan," ungkap Phintraco Sekuritas.

Baca Juga: Independensi BI Dipertanyakan Pascamundurnya Perry Warjiyo, Rupiah dan SBN Berpotensi Tertekan

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur Berpotensi Picu Volatilitas IHSG, Saham Perbankan Bisa Kena Sengatan

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI, Investor Wait and See

Selain isu pergantian Gubernur BI, investor juga mencermati rebalancing indeks LQ45, IDX30, IDX80, dan Kompas100 yang akan berlaku mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Perubahan komposisi indeks tersebut diperkirakan dapat memengaruhi pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Untuk memanfaatkan peluang di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak dicermati, yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Astra International Tbk (ASII). 

Kelima saham tersebut dinilai memiliki prospek menarik untuk strategi trading jangka pendek di tengah fase konsolidasi IHSG.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri