- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
OJK Ungkap Masih Ada 15 Aksi Korporasi Mengantre, 3 Perusahaan Siap IPO
Kredit Foto: OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan masih terdapat 15 rencana penggalangan dana di pasar modal yang sedang menunggu proses, termasuk tiga perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan hingga akhir Juli 2026, nilai dana yang berhasil dihimpun melalui berbagai aksi korporasi di pasar modal mencapai Rp121,96 triliun.
"Hingga akhir Juli 2026, nilai penggalangan dana mencapai Rp121,96 triliun. Saat ini masih terdapat 15 rencana penawaran umum yang berada dalam pipeline," ujar Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (4/8/2026).
Dari 15 rencana aksi korporasi tersebut, terdapat lima Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan target penghimpunan dana Rp5,63 triliun, lima Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) senilai Rp3,50 triliun, tiga IPO dengan estimasi dana sekitar Rp250 miliar, serta dua penerbitan EBUS senilai Rp2,50 triliun.
Sepanjang 2026, penghimpunan dana di pasar modal masih didominasi penerbitan instrumen utang. OJK mencatat terdapat 105 penerbitan EBUS dengan nilai mencapai Rp98,80 triliun.
Selain itu, terdapat 12 PUT yang berhasil menghimpun dana Rp12,70 triliun, penerbitan EBUS lainnya senilai Rp8,30 triliun, serta tujuh perusahaan yang telah melaksanakan IPO dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp2,16 triliun.
Untuk alternatif pendanaan melalui Securities Crowdfunding (SCF), OJK mencatat dana yang berhasil dihimpun secara kumulatif telah mencapai Rp2,01 triliun.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia melaporkan hingga akhir Juli 2026 masih terdapat empat perusahaan yang berada dalam antrean pencatatan saham. Sementara itu, sepanjang tahun berjalan telah ada tujuh perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI dengan total dana yang diperoleh sebesar Rp2,16 triliun.
Untuk instrumen surat utang, BEI juga mencatat masih terdapat 15 emisi dari 11 penerbit EBUS yang berada dalam proses pencatatan.
Baca Juga: OJK Sebut Indonesia Perlu 30 IPO Setiap Tahun demi Capai Target 1.100 Emiten
Baca Juga: BEI Sesuaikan Target IPO dengan Kondisi Pasar, Bidik 1.100 Emiten pada 2030
Baca Juga: BEI Kebanjiran Emiten Baru, 6 IPO Raup Dana Hampir Rp1,9 Triliun
Hasan mengatakan aktivitas penggalangan dana tersebut menunjukkan pasar modal domestik masih menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global.
Di sisi basis investor, OJK juga mencatat tren pertumbuhan yang berlanjut. Hingga Juli 2026, jumlah investor pasar modal meningkat sekitar 1,1 juta Single Investor Identification (SID).
"Pertumbuhan jumlah investor tersebut mencerminkan keberhasilan upaya pendalaman pasar dan penguatan ekosistem digital yang terus dilakukan OJK bersama para pemangku kepentingan di industri pasar modal," kata Hasan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: