Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Analis: Iran Ubah Hasil Perang Jadi Ambisi Kuasai Selat Hormuz Secara Permanen

        Analis: Iran Ubah Hasil Perang Jadi Ambisi Kuasai Selat Hormuz Secara Permanen Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran disebut mulai mengalihkan fokus strategisnya dari isu nuklir menuju upaya memperkuat kendali atas Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang Teheran untuk memperbesar pengaruhnya di Timur Tengah.

        Analis menilai konflik militer yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir dimanfaatkan Iran untuk mengubah capaian di medan perang menjadi keuntungan geopolitik yang bersifat permanen.

        Direktur Studi Teluk Persia di Pusat Penelitian Ilmiah dan Studi Strategis Timur Tengah di Teheran, Javad Heirannia, mengatakan target utama Iran saat ini adalah memperoleh pengakuan atas pengaruhnya di Selat Hormuz.

        "Tujuan terpenting Iran adalah mengubah pencapaian militernya dan tekanan perang menjadi keuntungan permanen dan diakui secara strategis, yaitu kendali atas Selat Hormuz," kata Heirannia, dikutip dari Newsweek, Selasa (4/8/2026).

        Menurut Heirannia, status tersebut berpotensi diformalkan melalui kesepakatan Iran dan Oman mengenai sistem biaya layanan bagi kapal-kapal yang melintasi jalur perdagangan strategis tersebut.

        "Teheran berupaya memaksakan kendali dan pengaruhnya atas jalur air vital ini kepada dunia, khususnya AS, sebagai kenyataan yang tak terelakkan," sambungnya.

        Meski sempat mengalami tekanan akibat operasi militer Amerika Serikat dan Israel, Iran disebut berupaya membangun kembali kekuatan koalisi "Poros Perlawanan". Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan posisi tawar Teheran di kawasan.

        Kelompok Houthi di Yaman dan milisi Perlawanan Islam Irak dilaporkan mulai membuka front baru, termasuk meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi sebagai bagian dari strategi regional Iran.

        "Dalam strategi barunya, Iran bahkan menyatakan bahwa serangan terhadap anggota poros ini sama dengan serangan terhadap infrastruktur vitalnya sendiri dan berkomitmen untuk membalasnya," jelas Heirannia.

        Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Melemah, Pasar Tunggu Kemajuan Upaya Akhiri Perang Iran

        Di sisi lain, dinamika geopolitik Timur Tengah juga terus berubah. Arab Saudi mempererat kerja sama dengan Mesir, Turkiye, dan Pakistan melalui pakta pertahanan yang ditandatangani pada September lalu.

        Sementara itu, Uni Emirat Arab memperkuat hubungan dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham. Abu Dhabi juga memperluas kemitraan strategis dengan India, Yunani, dan Siprus sebagai bagian dari penyesuaian terhadap perubahan peta politik kawasan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: