Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tugu Insurance Kebagian Proyek Jumbo, Lindungi Blok Masela hingga US$30 Miliar

        Tugu Insurance Kebagian Proyek Jumbo, Lindungi Blok Masela hingga US$30 Miliar Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) ditunjuk sebagai pemimpin (leader) konsorsium asuransi untuk memberikan perlindungan terhadap proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela yang berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

        Direktur Teknik Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi mengatakan penugasan tersebut sejalan dengan keterlibatan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam konsorsium pengelola Blok Masela yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

        "Groundbreaking sudah dilakukan dan memang benar ada keterlibatan PHE di situ. Itu memang menjadi tugas Tugu Pratama untuk memberikan proteksi asuransinya. Itu saya konfirmasi. Proyek ini berada di bawah SKK Migas," ujar Fadlil dalam acara literasi asuransi energi di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

        Menurut dia, perlindungan asuransi proyek dikelola melalui konsorsium yang dibentuk di bawah SKK Migas. Dalam skema tersebut, Tugu Insurance bertindak sebagai koordinator perusahaan-perusahaan asuransi yang terlibat.

        "Di SKK Migas ada konsorsium asuransi, dan Tugu Pratama menjadi leader-nya. Di dalam konsorsium tersebut ada beberapa perusahaan asuransi lain yang ikut terlibat. Tugas Tugu sebagai leader adalah membina seluruh anggota," katanya.

        Blok Masela merupakan salah satu proyek hulu migas terbesar yang tengah dikembangkan pemerintah. Nilai perlindungan asuransi proyek tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$20 miliar hingga US$30 miliar, menjadikannya salah satu proyek offshore terbesar di dunia dari sisi kebutuhan kapasitas asuransi.

        Di sisi lain, kapasitas industri asuransi global untuk proyek offshore saat ini diperkirakan hanya sekitar US$5 miliar hingga US$6 miliar. Kondisi tersebut membuat perlindungan proyek harus melibatkan kapasitas dari berbagai perusahaan asuransi dan reasuransi di pasar internasional.

        "Sampai saat ini prosesnya masih terus berjalan. Nilai proyeknya sendiri bisa mencapai lebih dari US$20 sampai US$30 billion. Sementara kapasitas asuransi untuk proyek offshore di seluruh dunia kira-kira sekitar US$5 sampai US$6 billion. Jadi kapasitas dari berbagai perusahaan di seluruh dunia akan dikumpulkan untuk meng-cover proyek Masela," ujarnya.

        Baca Juga: Tugu Insurance Kantongi Laba Rp480 Miliar di Tengah Gejolak Pasar

        Baca Juga: Tugure Fokus Perkuat Tata Kelola demi Menjaga Pertumbuhan Jangka Panjang

        Fadlil mengatakan tantangan utama yang dihadapi Tugu Insurance adalah mengorkestrasi kapasitas pasar asuransi global agar mampu memenuhi kebutuhan perlindungan proyek dengan syarat dan ketentuan yang sesuai serta premi yang kompetitif.

        "Karena itu menjadi tantangan sekaligus kewajiban kami di Tugu untuk mengorkestrasi kapasitas pasar global agar bisa digunakan dengan terms and conditions yang sesuai kebutuhan klien, serta dengan harga yang wajar. Bukan murah, karena murah belum tentu bagus," katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: