Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Siapkan Konsolidasi Asuransi, Tugu: Belum Ada Keputusan Final

        Danantara Siapkan Konsolidasi Asuransi, Tugu: Belum Ada Keputusan Final Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk mengatakan bahwa konsolidasi perusahaan asuransi umum di bawah ekosistem Danantara tengah dikaji sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri.

        Adapun inisiatif tersebut diarahkan untuk meningkatkan sinergi, skala usaha, kapabilitas, tata kelola, serta keberlanjutan bisnis perusahaan asuransi umum, sekaligus mendorong efisiensi opereasional dan menghadirkan layanan perlindungan yang lebih komprehensif.

        Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Adi Pramana mengatakan proses konsolidasi saat ini masih berada pada tahap kajian. Menurutnya, tindak lanjut kebijakan tersebut akan bergantung pada hasil kajian dan due diligence yang dilakukan secara menyeluruh.

        "Konsolidasi perusahaan asuransi umum dalam ekosistem Danantara merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat sinergi, skala usaha, kapabilitas, tata kelola, dan keberlanjutan ekosistem asuransi umum. Inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta menghadirkan layanan dan solusi perlindungan yang lebih komprehensif," ujar Adi dalam acara literasi asuransi energi di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

        Ia menjelaskan, hingga saat ini bentuk ataupun struktur konsolidasi belum ditetapkan. Penentuan model yang akan diterapkan masih menunggu hasil evaluasi komprehensif dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator.

        "Bentuk dan struktur konsolidasi yang paling tepat belum diputuskan dan akan ditetapkan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," kata Adi.

        Dalam proses kajian tersebut, Danantara menggunakan kinerja keuangan dan opersional berbasis PSAK 117 sebagai acuan penilaian. Standar akuntansi tersebut telah diterapkan secara efektif di industri asuransi sejak 1 Januari 2025.

        Menurut Adi, penggunaan PSAK 117 memberikan dasar penilaian yang lebih transparan, konsisten, dan dapat diperbandingkan (comparable), sehingga diharapkan mampu menghasilkan keputusan konsolidasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan.

        Dengan pendekatan itu, proses konsolidasi diharapkan tidak hanya memperkuat struktur industri asuransi umum, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih efisien, memiliki tata kelola yang lebih baik, dan mampu menghadirkan solusi perlindungan yang optimal.

        Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan transformasi Indonesia Financial Group (IFG) sudah memasuki tahap penguatan tata kelola dan tidak boleh berhenti pada penyederhanaan struktur perusahaan.

        "Kita belajar dan memetakan persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya. Salah satu yang paling banyak terjadi adalah misinvestment. Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar," ujar Dony, dikutip dari akun Instagram resmi Badan Pengelola BUMN, Kamis (23/7/2026).

        Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa program streamlining BUMN telah memangkas sekitar 250 entitas hingga Juli 2026. Langkah tersebut diklaim menghasilkan efisiensi biaya sekitar Rp50 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: