Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Naik ke Level 6.352 pada Akhir Pekan, Didorong oleh 220 Saham yang Menguat

        IHSG Naik ke Level 6.352 pada Akhir Pekan, Didorong oleh 220 Saham yang Menguat Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat (7/8/2026) dengan pergerakan positif. Penguatan ini menjadi lanjutan dari tren kenaikan sebelumnya, meski investor masih mencermati berbagai perkembangan data ekonomi di Indonesia.

        Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.352,38. Posisi tersebut naik 8,67 poin atau sekitar 0,14% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 6.343,71.

        Pada awal sesi perdagangan, total nilai transaksi mencapai Rp136 miliar. Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 301,8 juta saham yang diperdagangkan melalui 32.210 transaksi.

        Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 220 saham bergerak menguat, 62 saham mengalami penurunan, sedangkan 681 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau bergerak stagnan.

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI mulai mendekati area jenuh beli (overbought) yang mengindikasikan ruang kenaikan mulai terbatas. Di sisi lain, tekanan jual juga terlihat meningkat.

        Meski begitu, prospek pergerakan IHSG masih dinilai cukup terjaga. Hal ini tercermin dari indikator MACD yang masih berada di zona positif, sementara posisi indeks tetap bertahan di atas garis rata-rata pergerakan MA5 hingga MA50. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways atau mendatar di kisaran 6.300-6.400.

        Dari sisi fundamental, perhatian pelaku pasar hari ini tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026. Sebagai gambaran, cadangan devisa pada Juni 2026 tercatat meningkat menjadi US$145,6 miliar, dari US$144,9 miliar pada Mei, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam hampir dua tahun akibat tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

        Selain itu, investor juga akan mencermati data Indeks Harga Properti Residensial kuartal II-2026 yang diperkirakan tumbuh 0,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,62% pada kuartal sebelumnya.

        Sentimen lain yang turut menjadi perhatian adalah rencana pemerintah menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 11 Agustus 2026 dengan target indikatif sebesar Rp10 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: