Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Minta Purbaya Dicopot, Ekonom Senior Mengaku Diteror Petugas Pajak

        Minta Purbaya Dicopot, Ekonom Senior Mengaku Diteror Petugas Pajak Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kritik keras ekonom senior Ferry Latuhihin terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini diikuti pengakuan yang tak kalah menyita perhatian. Ferry mengaku didatangi petugas pajak dan menerima beberapa surat pemeriksaan terkait harta serta penghasilannya setelah belakangan vokal mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah.

        Meski begitu, Ferry menegaskan dirinya tidak memiliki bukti bahwa pemeriksaan tersebut berkaitan langsung dengan kritik yang ia lontarkan kepada Purbaya. Ia menyebut dugaan itu masih sebatas asumsi pribadi, meski sejumlah koleganya ikut mempertanyakan waktu kemunculan pemeriksaan tersebut.

        Dalam perbincangan bersama Ferry Irwandi dan pakar hukum tata negara Feri Amsari di kanal Malaka, Ferry menceritakan bahwa petugas pajak pertama kali mendatanginya sekitar dua bulan lalu dengan mencari alamat lamanya. Setelah itu, petugas membawa surat yang berisi daftar aset yang dikaitkan dengan dirinya.

        Baca Juga: 'Purbaya Cuma Bisa Omon-omon, Dia Ditenggelamkan Janji Manisnya Sendiri'

        Ferry mengaku terkejut karena surat tersebut mencantumkan sejumlah kendaraan mewah seperti Jaguar dan Porsche sebagai aset miliknya. Menurut Ferry, sebagian kendaraan tersebut memang pernah dimilikinya, tetapi sudah dilepas sekitar 15 hingga 16 tahun lalu. Ia bahkan mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan kendaraan-kendaraan itu.

        Ia juga mengatakan sudah sekitar tujuh tahun tidak menggunakan mobil pribadi. Dalam aktivitas sehari-hari, Ferry memilih menggunakan transportasi umum seperti LRT maupun layanan ojek daring.

        “Rumah saya besar, tetapi silakan dilihat ada mobil atau tidak. Saya sudah tidak memakai mobil tujuh tahun,” kata Ferry.

        Tak berhenti di situ, Ferry mengaku setelah surat pertama datang, ia kembali menerima surat kedua, ketiga, hingga keempat. Menurutnya, surat-surat lanjutan tersebut hanya berisi panggilan untuk menghadap ke kantor pajak tanpa memberikan penjelasan baru yang berarti.

        Karena merasa tidak memiliki persoalan perpajakan yang perlu disembunyikan, Ferry memilih tidak memenuhi panggilan tersebut.

        Ia pun mengaku rentetan surat itu terasa seperti bentuk teror dan upaya kriminalisasi. Namun, Ferry kembali menegaskan bahwa penilaian tersebut masih merupakan asumsi karena belum ada bukti yang menghubungkan pemeriksaan pajak dengan kritiknya terhadap pemerintah.

        Baca Juga: Utang Kopdes Tembus Rp240 Triliun, Purbaya: Kita Cicil Pakai APBN

        Diketahui, Ferry belakangan memang menjadi salah satu pengkritik keras Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia bahkan secara terbuka meminta Purbaya dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak memahami mekanisme ekonomi.

        Ferry mengaku sejak awal menolak penunjukan Purbaya sebagai pengganti Sri Mulyani. Alasannya, ia telah mengenal rekam jejak Purbaya sejak keduanya sama-sama berada di Danareksa Institute pada tahun 2000.

        “Dia tidak paham ekonomi sama sekali,” kata Ferry, dikutip dari kanal YouTube miliknya.

        Menurut Ferry, posisi Menteri Keuangan seharusnya diisi ekonom yang benar-benar memahami mekanisme ekonomi, bukan sosok yang dinilainya hanya piawai membangun lobi politik.

        “Saya khawatir Purbaya memang jago melobi-lobi para petinggi supaya dia bertahan sebagai Menteri Keuangan,” tandasnya.

        Sementara itu, Menkeu Purbaya belum lama ini mengaku tidak mengetahui adanya surat dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang ditujukan kepada Ferry.

        “Saya enggak tahu (surat) itu. Mungkin Pak Ferry melakukan kesalahan pajak. Saya enggak tahu itu. Kalau enggak berdosa ya enggak masalah harusnya,” kata Purbaya kepada awak media di kantornya, Rabu (5/8/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: