Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Targetkan Persija Juara Liga, Shin Tae-yong dan Bank Jakarta Sepakat Filosofi 'Cepat dan Agresif'

        Targetkan Persija Juara Liga, Shin Tae-yong dan Bank Jakarta Sepakat Filosofi 'Cepat dan Agresif' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Filosofi permainan cepat, agresif, dan mengutamakan kerja sama tim yang diterapkan pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), dinilai sejalan dengan semangat transformasi yang tengah dijalankan Bank Jakarta.

        Kesamaan semangat tersebut mengemuka dalam acara Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8). Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Presiden Persija Jakarta Mohammad Prapanca, jajaran Pemprov DKI Jakarta, manajemen Bank Jakarta, pelatih dan pemain Persija, serta perwakilan The Jakmania.

        Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan kolaborasi dengan Persija bukan sekadar kerja sama sponsorship. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mempertemukan ekosistem perbankan, sepak bola, komunitas, dan masyarakat Jakarta.

        Menurut Agus, Persija dan Bank Jakarta memiliki kesamaan identitas karena sama-sama membawa nama Jakarta. Persija merepresentasikan Jakarta melalui sepak bola, sedangkan Bank Jakarta hadir melalui layanan perbankan bagi masyarakat Ibu Kota.

        “Persija membawa nama Jakarta di dada. Bank Jakarta membawa nama Jakarta dalam identitas kami. Kita lahir dan tumbuh bersama di kota yang sama dan membawa satu nama, yaitu Jakarta,” ujar Agus.

        Ia menegaskan, kerja sama tersebut tidak akan berhenti pada pemasangan logo Bank Jakarta di jersey Persija. Ke depan, kemitraan akan dikembangkan melalui berbagai program dan pengalaman yang dapat dirasakan langsung oleh keluarga besar Persija maupun The Jakmania.

        “Kerja sama ini bukan sekadar sponsorship dan bukan hanya soal logo Bank Jakarta di jersey Persija. Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, yaitu Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani,” katanya.

        Agus menyebut pola kemitraan tersebut sebagai perubahan dari sponsorship menuju partnership. Bank Jakarta juga ingin mengubah kehadiran merek menjadi pengalaman yang dapat dirasakan masyarakat.

        From sponsorship to partnership, from visibility to experience,” tegasnya.

        Kolaborasi ini berlangsung ketika Persija memasuki musim baru dengan wajah baru. Selain mendatangkan sejumlah pemain anyar, Macan Kemayoran kini ditangani Shin Tae-yong yang diharapkan membawa karakter permainan agresif dan kompetitif.

        Bagi Agus, filosofi sepak bola Shin Tae-yong memiliki kesamaan dengan transformasi yang sedang dilakukan Bank Jakarta. Permainan cepat, mobilitas tinggi, keberanian mengambil peluang, serta kekompakan sebagai satu tim dinilai relevan dengan nilai yang ingin dibangun di lingkungan Bank Jakarta.

        “Kami tertarik dengan filosofi Coach Shin, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim,” ungkapnya.

        Agus berharap perubahan yang dilakukan Persija dan transformasi Bank Jakarta dapat berjalan beriringan sehingga keduanya dapat berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi Jakarta.

        “Mudah-mudahan musim ini bukan hanya Persija yang naik kelas, Bank Jakarta juga,” ujarnya.

        Dalam kesempatan yang sama, Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital barunya melalui laman resmi bankjakarta.co.id. Perubahan tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih modern, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

        Agus mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar pergantian alamat laman, tetapi bagian dari upaya membangun pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat.

        “Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric,” jelasnya.

        Menurut Agus, transformasi Bank Jakarta tidak hanya berkaitan dengan perubahan nama dan tampilan digital. Hal yang lebih penting adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan dan kemampuan bersaing.

        “Transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna. Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik,” kata Agus.

        Ia menilai perubahan Jakarta menjadi kota global perlu diikuti peningkatan kualitas layanan perbankan. Bank Jakarta dituntut semakin modern, profesional, digital, sehat, dan kompetitif tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.

        “Kami tidak ingin masyarakat memilih Bank Jakarta hanya karena kami milik Pemprov DKI. Kami ingin dipilih karena memang layak untuk dipilih. Itulah Bank Jakarta yang sedang kami bangun,” tegasnya.

        Kolaborasi dengan Persija menjadi salah satu bagian dari upaya Bank Jakarta memperluas ekosistem dan kedekatan dengan masyarakat. Basis pendukung Persija, khususnya The Jakmania, dinilai dapat menjadi kekuatan untuk membangun berbagai program yang memberikan manfaat lebih luas.

        Di sisi lain, Persija mengusung target tinggi pada musim baru. Kehadiran pelatih, pemain, dan energi baru diharapkan membawa Macan Kemayoran kembali meraih prestasi tertinggi.

        Agus melihat kesamaan semangat antara pembaruan di Persija dan transformasi Bank Jakarta.

        New coach, new players, new energy. Dari Bank Jakarta juga ada new website, new experience, new spirit. Semuanya untuk satu tujuan, membawa kebanggaan untuk Jakarta,” tuturnya.

        Baca Juga: Persija Targetkan Piala Liga jadi Kado HUT ke-500 Jakarta, Bank Jakarta Dukung Penuh

        Ia pun menyampaikan target yang menjadi harapan para pendukung Persija, yakni meraih gelar juara. Target tersebut dinilai semakin istimewa karena Jakarta tengah menuju momentum bersejarah peringatan 500 tahun.

        “Ada satu target yang mungkin tidak tertulis di kontrak dengan Persija, tetapi saya yakin seluruh Jakmania punya target yang sama. Persija mesti juara,” tegas Agus.

        Menurutnya, gelar juara Persija pada momentum lima abad Jakarta akan menjadi hadiah istimewa bagi warga Ibu Kota.

        “Apalagi Jakarta sedang menuju momentum bersejarah lima abad. Kalau Persija bisa mempersembahkan gelar pada momentum itu, itu akan menjadi hadiah yang sempurna untuk Jakarta,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: