Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tiyo Ardianto Jadi Korban Peretasan Nomor Pribadinya, 'Abaikan Seluruh Pesan dan Blokir Saja!'

        Tiyo Ardianto Jadi Korban Peretasan Nomor Pribadinya, 'Abaikan Seluruh Pesan dan Blokir Saja!' Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto mengaku nomor WhatsApp miliknya diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

        Tiyo meminta rekan-rekannya mengeluarkan nomor tersebut dari berbagai grup WhatsApp, mengabaikan seluruh pesan yang dikirim, serta memblokir nomor yang disebutnya sudah tidak dapat diselamatkan.

        "Rekan-rekan nomor WA saya telah diretas dan tidak bisa lagi diselamatkan. Mohon keluarkan nomor tersebut dari grup, abaikan seluruh pesan yang dikirimkannya, dan blokir saja. Salam Tiyo Ardianto," kata Tiyo melalui akun media sosialnya.

        Diketahui, selama ini Tiyo memang dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kerap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

        Sebelum mengungkap dugaan peretasan nomor WhatsApp, dia juga pernah mengaku mengalami dugaan pengawasan dan ancaman.

        Tiyo mengaku menemukan perangkat pelacak atau GPS tracker yang terpasang pada mobil pribadinya setelah mengikuti aksi "Gejayan Memanggil" di Yogyakarta pada Sabtu (13/6/2026).

        Tiyo mengungkap temuan tersebut melalui sebuah video yang diunggah ke media sosial. Dalam video itu, dia memperlihatkan perangkat yang disebutnya sebagai PPX Finder.

        "Ini yah, teman-teman sekalian ini saya menemukan GPS, ini namanya PPX Finder, karena muncul notifikasi di ponsel saya, dipasang entah oleh siapa," kata Tiyo.

        Tiyo mengaku tidak mengetahui pihak yang memasang perangkat tersebut. Dia menyebut temuan itu sebagai bentuk dugaan pengintaian terhadap dirinya setelah terlibat dalam kegiatan aksi di Yogyakarta.

        Meski mengaku mengalami pengintaian dan ancaman, Tiyo menyatakan hal tersebut tidak akan membuatnya berhenti menyuarakan kritik.

        "Ini menjijikkan rezim hari ini yang sedang berkuasa, kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa justru mendapat ancaman. Mari rekan-rekan, semakin diteror semakin gacor, semakin ditekan semakin melawan," ujarnya.

        Tiyo dikenal sebagai salah satu aktivis yang aktif dalam gerakan mahasiswa di Yogyakarta. Dia pernah menjadi salah satu penggerak aksi massa "Gejayan Memanggil", gerakan yang menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

        Semasa berada di jajaran pimpinan BEM UGM, Tiyo juga menyoroti berbagai persoalan nasional, termasuk kebijakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, serta persoalan keadilan sosial.

        Dia juga menyuarakan kritik terkait mahalnya biaya pendidikan tinggi dan kondisi demokrasi di Indonesia.

        Sementara itu, dugaan peretasan nomor WhatsApp yang disampaikan Tiyo menjadi insiden terbaru yang dialaminya. Belum diketahui siapa pihak yang meretas nomor tersebut maupun motif di balik dugaan peretasan itu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: