Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Formulir Kronologi Kematian Sutrimo Tak Diserahkan ke Keluarga, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan

        Formulir Kronologi Kematian Sutrimo Tak Diserahkan ke Keluarga, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengaku terkejut setelah menemukan formulir yang disebut memuat kronologi kondisi Sutrimo sebelum meninggal dunia. Dokumen tersebut menjadi salah satu hal yang dipertanyakan keluarga karena tidak pernah diserahkan saat jenazah Sutrimo dipulangkan.

        Dalam formulir itu, menurut Aan, terdapat keterangan mengenai busa yang keluar dari mulut dan hidung Sutrimo. Informasi tersebut berbeda dengan dokumen yang sebelumnya diterima keluarga ketika jenazah dipulangkan dan dimakamkan.

        "Saya kaget, nggak ada loh. Kita nggak ada surat dari keterangan rumah sakit yang ada begitu. Kita semuanya bahwa memang ini, karena tidak lengkap. Justru tidak ada apapun gitu kan," kata Aan, Senin (10/8/2026).

        Aan menyebut formulir kronologi tersebut tidak pernah diperlihatkan kepada keluarga Sutrimo. Karena itu, pihak keluarga mempertanyakan alasan dokumen tersebut tidak ikut diserahkan ketika jenazah dikirim ke Banyumas.

        "Dokumen itu tidak pernah disampaikan kepada keluarga. Jadi memang pengantar jenazah dengan sengaja, orang pengirim jenazah itu menyembunyikan satu formulir kronologis tadi," ujarnya.

        Keluarga kemudian membandingkan formulir tersebut dengan dokumen lain yang telah mereka miliki. Dari perbandingan itu, Aan mengklaim menemukan kesamaan tanda tangan yang tercantum pada kedua dokumen.

        "Kita bandingkan tanda tangan dalam formulir, Febrio (Adiono) itu kan identik dengan yang ada di kami," ungkap Aan.

        Temuan tersebut membuat keluarga Sutrimo semakin mempertanyakan proses pemulangan jenazah. Terlebih, keterangan mengenai kondisi Sutrimo sebelum meninggal tidak seluruhnya diketahui keluarga ketika jenazah tiba di rumah duka.

        Pada awalnya, keluarga memang tidak menaruh kecurigaan terhadap kematian Sutrimo. Jenazah pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu diterima dalam kondisi sudah dikafani dan langsung dimakamkan.

        Sutrimo sebelumnya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent, kawasan Jakarta Selatan, Kamis (23/7). Karena jenazah telah dikafani, keluarga tidak melihat langsung kondisi tubuh Sutrimo secara utuh.

        Keluarga juga mengetahui Sutrimo memiliki riwayat penyakit gula. Mereka mendapat informasi kadar gula darah Sutrimo disebut mencapai 600 sehingga pada awalnya kematian tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

        "Mereka datang jam 10 (malam) itu ya langsung dikubur. Tidak ada kecurigaan apa pun awalnya," kata Aan.

        Kecurigaan baru muncul beberapa hari setelah pemakaman, ketika pemberitaan mengenai kematian Sutrimo mulai beredar. Keluarga kemudian mulai mempertanyakan sejumlah hal yang sebelumnya dianggap tidak bermasalah.

        "Beberapa hari kemudian kan ada berita dan lain-lain. Pihak keluarga ya di satu sisi merasa, ini ada apa sih," ujarnya.

        Keraguan keluarga semakin besar setelah ponsel dan sejumlah barang pribadi Sutrimo tak kunjung dikembalikan. Padahal, sebelumnya keluarga mendapat informasi bahwa barang-barang tersebut akan dikirimkan menyusul setelah jenazah dipulangkan.

        "Setelah kita lihat belakangan, HP nggak pulang-pulang. Dompet nggak pulang dan lain-lain. Ya mereka juga kecurigaannya bertambah," tutur Aan.

        Keluarga juga mempertanyakan sosok yang mengantarkan jenazah Sutrimo. Menurut Aan, nomor telepon orang tersebut sempat dapat dihubungi, tetapi kemudian tidak lagi aktif.

        Di tengah berbagai pertanyaan tersebut, keluarga Sutrimo disebut berada dalam posisi sulit. Mereka khawatir menghadapi perkara besar karena keterbatasan finansial dan kondisi emosional keluarga yang masih berduka.

        Baca Juga: LPSK Siapkan Perlindungan untuk Keluarga Sutrimo, Eks Pekerja Rumah Febrie Adriansyah

        "Mereka merasa, 'saya ini siapa'. Siapa yang menjamin kalau ada masalah? Mau wara-wiri saja pasti mengeluarkan uang. Sementara mereka itu untuk hidup saja susah," kata Aan.

        Perkara kematian Sutrimo sendiri kini telah mendapat perhatian aparat. Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan kasus tersebut naik ke tahap penyidikan dan dugaan pembunuhan berencana turut didalami.

        Dengan munculnya formulir kronologi yang disebut tidak pernah diterima keluarga, kuasa hukum menilai proses pemulangan jenazah perlu dipertanyakan lebih jauh. Keluarga kini menunggu pengusutan aparat untuk mengetahui rangkaian kejadian yang sebenarnya terjadi sebelum Sutrimo ditemukan meninggal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: