Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (10/8/2026) dengan penguatan setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pukul 09.00 WIB berada di level 6.383,81, naik 0,29% atau 18,44 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Penguatan IHSG turut diikuti oleh mayoritas saham. Hingga awal perdagangan, sebanyak 222 saham tercatat menguat, sementara 79 saham melemah dan 318 saham lainnya belum mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan juga mulai terlihat ramai. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp139,52 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 385,31 juta saham yang ditransaksikan dalam 28.660 kali transaksi.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways dengan rentang 6.300 hingga 6.450 pada sepanjang hari ini.
Proyeksi tersebut menyusul pelemahan IHSG pada perdagangan sebelumnya. Indeks ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37, setelah sempat menguat pada awal perdagangan.
Pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk perkembangan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Sentimen tersebut sebelumnya mendorong penguatan nilai tukar rupiah, tetapi belum cukup kuat untuk menopang pergerakan IHSG.
Dari sisi teknikal, potensi konsolidasi IHSG tercermin dari sejumlah indikator. Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought, sementara histogram positif pada indikator MACD mulai menyempit.
Phintraco Sekuritas menilai kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan IHSG mulai melemah. Oleh karena itu, indeks diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif dalam perdagangan hari ini.
"Dengan demikian, IHSG hari ini akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Selain sentimen pasar, investor juga mencermati perkembangan tingkat keyakinan konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat menurun selama tiga bulan berturut-turut hingga Juli 2026.
Pada Juli 2026, IKK berada di level 116,8, turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini menjadi 107,9 dan Indeks Ekspektasi Konsumen menjadi 125,7.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Kembali Menguat, Ini 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas
Baca Juga: OJK Pamer IHSG Sudah Mulai Bangkit Usai Anjlok Hampir 20%
Baca Juga: Masjid Istiqlal Ingin Kembangkan Wakaf Produktif Melalui Pasar Modal, Ini Kata BEI dan OJK
Meski menurun, Phintraco Sekuritas menilai tingkat keyakinan konsumen masih berada di zona optimistis. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli dan ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian masih relatif terjaga.
Sementara itu, sektor otomotif memberikan sinyal positif. Penjualan sepeda motor domestik pada Juli 2026 tercatat melonjak 8,3% secara tahunan menjadi sekitar 636 ribu unit.
Capaian tersebut menjadi penjualan bulanan tertinggi sejak Oktober 2014. Secara kumulatif, penjualan sepeda motor sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 3,77 juta unit, tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor sepanjang 2026 relatif stabil di kisaran 6,4 juta-6,7 juta unit,” ungkap Phintraco Sekuritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: