Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ambruk 1,53% ke 6.267,88, 542 Saham Ikut Tertekan

        IHSG Ambruk 1,53% ke 6.267,88, 542 Saham Ikut Tertekan Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Sempat dibuka dan bergerak di zona positif, IHSG justru berbalik melemah hingga akhir sesi perdagangan.

        Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.267,88, merosot 97,49 poin atau 1,53% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

        Pada awal perdagangan, IHSG sempat mencatatkan penguatan hingga mencapai level tertinggi 6.388,58. Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan. Tekanan jual kemudian membawa indeks turun hingga menyentuh posisi terendah 6.230,09 sebelum akhirnya ditutup di level 6.267,88.

        Aktivitas perdagangan saham terbilang cukup ramai. Total volume transaksi tercatat mencapai 35,40 miliar saham, dengan nilai perdagangan sekitar Rp14,51 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai sekitar 2,19 juta kali.

        Tekanan juga terlihat dari pergerakan mayoritas saham di Bursa. Sebanyak 542 saham berakhir melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 141 saham yang berhasil menguat. Adapun 108 saham lainnya ditutup tidak berubah.

        Sebelumnya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan hari ini, dengan rentang 6.300-6.450.

        Proyeksi tersebut disampaikan setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37. Saat itu, indeks sempat bergerak positif pada awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik melemah.

        Menurut Phintraco Sekuritas, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen domestik, salah satunya perkembangan pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

        Sentimen tersebut sebelumnya turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah. Namun, penguatan rupiah belum cukup untuk menopang kinerja IHSG.

        Dari sisi teknikal, ruang penguatan IHSG juga dinilai mulai terbatas. Indikator Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought, sementara histogram positif pada MACD mulai menyempit.

        Kondisi tersebut menunjukkan momentum penguatan indeks mulai kehilangan tenaga. Oleh karena itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak konsolidatif.

        "Dengan demikian, IHSG hari ini akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.

        Selain sentimen pasar, investor juga mencermati perkembangan tingkat keyakinan konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat menurun selama tiga bulan berturut-turut hingga Juli 2026.

        Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Main Pemegang Saham BEI, Buka Jalan Kemenkeu, BI, dan Danantara Jadi Pemilik

        Baca Juga: IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas, Simak 6 Saham Pilihan Hari Ini

        Baca Juga: Saham TRUK Lompat Berkali-kali, BEI Akhirnya Bekukan Perdagangan

        Pada Juli 2026, IKK berada di level 116,8, turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini menjadi 107,9 dan Indeks Ekspektasi Konsumen menjadi 125,7.

        Meski menurun, Phintraco Sekuritas menilai tingkat keyakinan konsumen masih berada di zona optimistis. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli dan ekspektasi masyarakat terhadap perekonomian masih relatif terjaga.

        Sementara itu, sektor otomotif memberikan sinyal positif. Penjualan sepeda motor domestik pada Juli 2026 tercatat melonjak 8,3% secara tahunan menjadi sekitar 636 ribu unit.

        Capaian tersebut menjadi penjualan bulanan tertinggi sejak Oktober 2014. Secara kumulatif, penjualan sepeda motor sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 3,77 juta unit, tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        "Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor sepanjang 2026 relatif stabil di kisaran 6,4 juta-6,7 juta unit," ungkap Phintraco Sekuritas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: