Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anies Baswedan Disebut Presidennya Kabinet Bayangan, Begini Jawabannya

        Anies Baswedan Disebut Presidennya Kabinet Bayangan, Begini Jawabannya Kredit Foto: Andi Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama Anies Baswedan kembali menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan kemunculan “Kabinet Bayangan” yang belakangan ramai diperbincangkan. Bahkan, sebuah poster yang beredar mencantumkan nama Anies sebagai presiden dalam struktur tersebut.

        Anies pun akhirnya buka suara mengenai isu tersebut ketika menjadi tamu dalam podcast Talk of Life yang dipandu Sammy Notaslimboy dan David Nurbianto di podcast YouTube NOTASLIMBOY TV  pada Rabu, 12 Agustus 2026.

        Anies terlebih dahulu memuji gagasan kabinet bayangan secara positif. Menurutnya, struktur semacam itu dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan gagasan secara lebih terarah.

        “Menurut saya ya, kabinet bayangan tuh bagus sebetulnya. Kenapa? Karena muncul pribadi-pribadi yang secara terbuka dikatakan dia portofolionya keuangan, portofolionya luar negeri, portofolionya tentang hukum,” kata Anies, dikutip Kamis (13/8/2026).

        Baca Juga: 'Saya Tahu Diri' Mahfud MD Akui Ogah Maju Pilpres 2029

        Anies menilai konsep yang berkembang di Indonesia tersebut tidak sepenuhnya sama dengan kabinet bayangan dalam sistem parlementer. Menurutnya, struktur itu lebih tepat dilihat sebagai wadah alternatif untuk menyalurkan aspirasi publik.

        “Ini kan bukan kabinet bayangan seperti di dalam sistem parlementer ya, lebih terstruktur barang kali,” ujarnya.

        Ia menjelaskan, salah satu fungsi kabinet bayangan adalah menghadirkan figur-figur yang memiliki fokus atau keahlian tertentu. Dengan demikian, masyarakat maupun media dapat memiliki rujukan ketika ingin mengkritisi kebijakan pemerintah.

        “Karena muncul pribadi-pribadi yang secara terbuka dikatakan dia portofolionya keuangan, portofolionya luar negeri, portofolionya tentang hukum,” ucap Anies.

        Menurut Anies, pembagian bidang tersebut nantinya dapat membantu publik mendapatkan perspektif pembanding ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan.

        Baca Juga: Pengamat: Sekalipun Ada Jokowi, PSI Agak Sulit Kalahkan PDIP di Pileg 2029

        “Ketika nanti di pemerintahan itu ada kebijakan A B C D, publik itu bisa mencari counter komen dari orang-orang yang punya portofolio itu,” lanjut Anies.

        Tak hanya menjadi ruang kritik, Anies juga melihat kabinet bayangan sebagai tempat bagi masyarakat yang memiliki gagasan tetapi kesulitan menyampaikannya langsung kepada pemerintah.

        “Publik yang punya gagasan, punya ide yang nggak bisa nembus ke struktur pemerintahan. Sekarang nih ada nih struktur baru yang mereka bisa nerima tuh,” ungkap Anies.

        Lebih lanjut, Sammy kemudian menanyakan secara langsung mengenai poster yang beredar dan mencantumkan nama Anies Baswedan sebagai presiden dalam Kabinet Bayangan.

        “Dikatakan bahwa kabinet bayangan ini presidennya Pak Anies,” tanya Sammy.

        Mendengar pertanyaan tersebut, Anies memberikan jawaban singkat. Ia membantah bahwa dirinya menduduki posisi tersebut sekaligus menunjukkan keterkejutannya karena namanya dicantumkan.

        “Tidak,” jawab Anies.

        Sebelumnya, kemunculan Kabinet Bayangan pada Juli 2026 lalu oleh koalisi masyarakat sipil sempat memicu kehebohan.

        Badan ini beranggotakan 15 tokoh dari kalangan akademisi, peneliti, dan aktivis yang bekerja secara sukarela tanpa dibayar untuk melakukan checks and balances terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: