Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Janjikan Kredit Murah Hingga DP 0% untuk Motor Listrik

        Prabowo Janjikan Kredit Murah Hingga DP 0% untuk Motor Listrik Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Cikarang -

        Presiden Prabowo Subianto meminta skema pembiayaan Motor Listrik Nasional (Molinas) dibuat lebih terjangkau dengan menurunkan bunga cicilan serta mengupayakan pembelian tanpa uang muka (down payment/DP). Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

        Ia mengatakan pemerintah tengah membahas skema pembiayaan tersebut bersama Danantara. Menurutnya, insentif pembiayaan diperlukan agar masyarakat semakin tertarik beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

        "Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung. Tadi kita bicara, Menteri Keuangan tidak akan terlalu suka, tapi di ujungnya beliau juga akan suka. Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat, kemudian kita usahakan tidak pakai DP," ujar Prabowo, saat peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

        Ia menilai penggunaan motor listrik dapat menghemat biaya operasional masyarakat secara signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

        Menurut Prabowo, hasil perhitungan pemerintah menunjukkan penggunaan motor listrik mampu menekan pengeluaran harian hingga 50%, bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 70%.

        "Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin, penghematannya minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen," katanya.

        Prabowo menegaskan pengembangan kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.

        Ia menyebut Indonesia masih mengeluarkan devisa sekitar US$28 miliar hingga US$30 miliar per tahun untuk impor BBM. Karena itu, pemerintah terus mendorong transisi menuju energi listrik, termasuk melalui penggunaan motor, mobil, bus, hingga traktor listrik.

        "Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar. Dengan motor listrik, mobil listrik, bus listrik, dan traktor listrik, kita akan lebih aman dan lebih sejahtera," ujarnya.

        Baca Juga: DP Motor Listrik Nasional Dihapus, Bos Danantara Siapkan Skema Kredit Baru

        Baca Juga: Rosan Ungkap Ada 10 Perusahaan Nasional Penuhi TKDN untuk Dukung Molinas

        Baca Juga: Indonesia Punya 46% Cadangan Nikel Dunia, Rosan Pastikan Molinas Pakai Baterai Lokal

        Selain memperluas penggunaan kendaraan listrik, pemerintah juga menargetkan pengurangan impor energi melalui program biodiesel B50, konversi LPG ke compressed natural gas (CNG), serta pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt (GW) dalam empat tahun ke depan.

        Prabowo mengatakan target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya pada tahun ini mencapai 30 GW. Di saat yang sama, PT PLN (Persero) juga diarahkan menghentikan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar diesel dengan kapasitas sekitar 13 GW.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: