Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Pamer Kinerja BUMN, Laba PT Timah Meroket 804,7% Usai Tambang Ilegal Ditutup

        Prabowo Pamer Kinerja BUMN, Laba PT Timah Meroket 804,7% Usai Tambang Ilegal Ditutup Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengungkap kinerja sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) mengalami peningkatan signifikan. Prabowo menyebut lonjakan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan pembenahan tata kelola BUMN.

        Salah satu yang disorot Prabowo adalah PT Timah Tbk. Laba bersih perusahaan disebut melonjak 804,7 persen pada enam bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

        "Akhir tahun lalu, kita telah tutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Dampaknya, keuntungan bersih PT Timah dalam 6 bulan pertama tahun 2026 naik 804,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

        Prabowo juga menyebut valuasi PT Timah mengalami peningkatan. Nilainya disebut naik 280 persen secara year-on-year pada Agustus 2026.

        Menurut Prabowo, penutupan tambang ilegal menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola sektor pertambangan. Ia menegaskan langkah serupa juga dilakukan pada berbagai BUMN dan ekosistem usahanya.

        "Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di enam bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%, untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%," papar Prabowo.

        Selain PT Timah, sejumlah BUMN lain juga mencatat kenaikan laba pada Semester I 2026. Prabowo menyebut peningkatan tersebut terjadi di berbagai sektor usaha.

        "Untung bersih PT Pertamina naik 86%, untung bersih Pegadaian naik 84,4% dengan transformasi bisnis Bank Emas, untung bersih Pelindo naik 60,4%, dan untung bersih PTPN naik 54,4%," jelasnya lagi.

        Baca Juga: Prabowo: 290 BUMN Sudah Ditutup, Pemerintah Kejar Target Pangkas Jadi 300

        Prabowo menilai pembenahan tata kelola menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan negara. Pemerintah pun berkomitmen melanjutkan perbaikan tersebut di seluruh BUMN.

        Data yang disampaikan Prabowo menunjukkan kenaikan laba terjadi dengan tingkat yang berbeda pada masing-masing perusahaan. PT Timah dan PT Semen Indonesia menjadi dua perusahaan dengan pertumbuhan laba yang disebut paling tinggi dalam paparan tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: