Media Internasional Soroti Pengakuan Prabowo yang Belum Penuhi Janji-Janji Politiknya
Kredit Foto: Ist
Presiden Prabowo Subianto mengakui pemerintahannya belum menyelesaikan seluruh persoalan bangsa dan memenuhi semua janji politik yang disampaikan saat Pilpres 2024.
Media internasional, Reuters pun menyoroti hal itu, Prabowo menegaskan pemerintah terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan tersebut dan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen tahun ini.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di hadapan parlemen pada Jumat. Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya keraguan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh masalah bangsa sudah terselesaikan, atau semua janji yang saya ucapkan sudah terpenuhi. Belum,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mempromosikan agenda swasembada pangan sebagai salah satu upaya pemerintah memperkuat perekonomian dan ketahanan nasional. Pemerintah, menurut dia, terus menjalankan berbagai kebijakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.
Selain pangan, Prabowo menyoroti pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Ia mengatakan badan ekspor milik negara yang baru dibentuk akan bertugas memantau pengiriman sejumlah komoditas penting.
Meski demikian, Prabowo menegaskan badan tersebut tidak akan mengambil alih kendali kegiatan ekspor.
"Kita tidak ingin rakyat Indonesia terus-menerus ditipu. Kekayaan Indonesia tidak boleh hanya memperkaya segelintir orang, sementara rakyatnya hidup dalam kesulitan,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, badan ekspor tersebut telah menemukan potensi perbedaan nilai ekspor sekitar 5 miliar dolar AS antara harga yang dilaporkan dan harga sebenarnya.
Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024 setelah memenangkan Pilpres 2024. Dalam kampanyenya, ia menjanjikan pemberantasan korupsi, peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi jutaan anak.
Namun, pemerintahannya menghadapi sejumlah tantangan ekonomi pada tahun ini. Nilai tukar rupiah melemah, pasar saham mengalami tekanan, dan muncul kekhawatiran mengenai efisiensi anggaran serta independensi bank sentral.
Program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah juga menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya. Program tersebut mengalami penyesuaian anggaran dan mendapat sorotan terkait pengelolaan serta pelaksanaannya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Prabowo menyatakan pemerintah akan terus memperbaiki kebijakan dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki Indonesia.
Ia juga mempertahankan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 6 persen pada tahun ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat