Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Siapkan Rp4.097 Triliun untuk 8 Prioritas, Ekonomi RI Dibidik Tumbuh 6%

        Prabowo Siapkan Rp4.097 Triliun untuk 8 Prioritas, Ekonomi RI Dibidik Tumbuh 6% Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengarahkan RAPBN 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun untuk membiayai delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 6% sekaligus mempercepat penurunan kemiskinan dan pengangguran.

        "RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk delapan Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna RAPBN Tahun 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

        Delapan prioritas tersebut mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

        Program tersebut akan diperkuat melalui sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, perbaikan tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.

        "Arsitektur RAPBN tahun 2027 didesain tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong 'Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat'," kata Prabowo.

        Belanja negara 2027 direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun dalam APBN 2026. Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.426 triliun, meningkat dari Rp3.153,6 triliun pada 2026.

        Pemerintah menyiapkan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit anggaran 2,40% terhadap PDB, lebih rendah dibandingkan defisit APBN 2026 sebesar 2,68%.

        Dari sisi makroekonomi, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%, naik dari target 5,4% pada 2026. Inflasi dijaga pada 2,5%, sementara imbal hasil SBN 10 tahun diperkirakan 6,9% dan nilai tukar ditargetkan berada di kisaran Rp17.500 per dolar AS.

        Di sektor energi, pemerintah memproyeksikan harga minyak mentah Indonesia sebesar US$75 per barel, dengan target lifting minyak 610.000 barel per hari dan gas 954.000 barel setara minyak per hari.

        Baca Juga: Prabowo Targetkan Bursa Mineral Mulai 2027, RI Siapkan Harga Acuan Komoditas Sendiri

        Baca Juga: Prabowo Dorong Demutualisasi BEI, Bidik Bursa Naik Kelas Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia

        Baca Juga: Prabowo Ajak Swasta Operasikan Aset Milik BUMN

        Kemiskinan Ditargetkan Turun

        Target pertumbuhan ekonomi tersebut juga dibarengi sasaran perbaikan kesejahteraan. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6%-6,5% pada 2027, dari target 6,5%-7,5% pada 2026.

        Tingkat pengangguran terbuka dipatok 4,30%-4,87%, sedangkan rasio Gini ditargetkan membaik menjadi 0,362-0,367.

        Prabowo menegaskan pemerintah akan menjaga target tersebut melalui reformasi fiskal, termasuk optimalisasi pendapatan, menekan kebocoran penerimaan, dan meningkatkan efisiensi belanja.

        "Perlindungan sosial didorong semakin tepat sasaran, serta pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan terus dikembangkan," ujarnya.

        Menurut Prabowo, APBN bukan sekadar instrumen pengelolaan keuangan negara, tetapi harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

        "Setiap rupiah yang dikumpulkan negara harus kembali menjadi harapan bagi rakyat," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: