Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Masa Tugas Awak USS Abraham Lincoln Tembus 260 Hari, Trump: Belum Cukup Lama

        Masa Tugas Awak USS Abraham Lincoln Tembus 260 Hari, Trump: Belum Cukup Lama Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai masa penugasan awak kapal induk USS Abraham Lincoln selama lebih dari 260 hari belum terlalu lama. Pernyataan tersebut muncul ketika keluarga prajurit menyoroti kondisi kesehatan mental dan pasokan di kapal.

        Trump menyampaikan hal itu kepada wartawan sebelum bertolak ke New York. Ia juga memastikan USS Abraham Lincoln akan segera digantikan kapal induk lain.

        "Kapal itu sedang bergerak saat ini, atau dalam waktu sangat dekat, dan bakal digantikan oleh kapal lain yang sangat serupa," ujar Trump seperti dilansir France24, Jumat (14/8/2026).

        Kapal yang disiapkan sebagai pengganti USS Abraham Lincoln adalah USS George Washington. Kapal tersebut dilaporkan telah meninggalkan pelabuhan di Da Nang, Vietnam, pada pekan sebelumnya.

        Pergantian kapal dilakukan ketika USS Abraham Lincoln menjalani penugasan panjang dalam operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kapal tersebut juga mendukung operasi AS dalam konflik dengan Iran.

        Kondisi tersebut memicu perhatian sejumlah anggota Kongres AS. Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai kondisi para prajurit yang telah berbulan-bulan menjalani penugasan di laut.

        Anggota DPR AS dari Partai Demokrat Jason Crow menjadi salah satu politikus yang mengecam pernyataan Trump. Crow menilai presiden tidak cukup memperhatikan kondisi para prajurit dan keluarga mereka.

        "Presiden Trump tidak peduli dengan para prajurit kita atau keluarga mereka," tulis Crow melalui unggahan di media sosial X.

        Crow merupakan veteran yang pernah menjalani tiga kali penugasan di Irak dan Afganistan. Ia bertugas bersama Divisi Lintas Udara ke-82 dan Resimen Ranger ke-75 sebelum menjadi anggota DPR AS.

        Desakan serupa juga disampaikan Senator Richard Blumenthal dan Senator Ruben Gallego. Keduanya meminta adanya pertanggungjawaban dari Pentagon terkait kondisi kehidupan para prajurit di USS Abraham Lincoln.

        Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah laporan mengenai buruknya kondisi di kapal induk tersebut. Hegseth menyebut pemberitaan mengenai kondisi para awak telah disalahartikan.

        Central Command atau Centcom juga membantah sejumlah laporan mengenai kondisi buruk di USS Abraham Lincoln. Komando militer AS yang bertanggung jawab atas operasi di Timur Tengah itu menyatakan tuduhan mengenai kondisi kapal tidak benar.

        Sorotan terhadap USS Abraham Lincoln juga berkaitan dengan kesehatan mental para awak. Penugasan yang berlangsung berbulan-bulan membuat para prajurit harus berada jauh dari keluarga dalam waktu yang panjang.

        Angkatan Laut AS menyatakan tidak menemukan peningkatan ideasi atau percobaan bunuh diri di kapal tersebut. Namun, pihak Angkatan Laut tidak memberikan data terperinci dengan alasan keamanan operasional dan kerahasiaan medis.

        Baca Juga: CENTCOM Bantah 7 Tentara AS Tewas Berkelahi di USS Abraham Lincoln

        Seorang pejabat Angkatan Laut juga mengonfirmasi adanya insiden seorang pelaut USS Abraham Lincoln jatuh ke laut pada awal Agustus. Pelaut tersebut berhasil diselamatkan dan langsung mendapat penanganan medis.

        Pelaut itu kemudian dipindahkan dari kapal untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Angkatan Laut AS menolak berspekulasi mengenai penyebab insiden tersebut atau kemungkinan kaitannya dengan percobaan bunuh diri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: