Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukan Hanya Roy Suryo, PSI Seret PDIP dalam Polemik Ijazah Jokowi karena Dinilai Tak Masuk Akal

        Bukan Hanya Roy Suryo, PSI Seret PDIP dalam Polemik Ijazah Jokowi karena Dinilai Tak Masuk Akal Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menilai tudingan mengenai ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak masuk akal jika melihat perjalanan politik Jokowi sejak awal kariernya.

        Dedy menyoroti proses pencalonan Jokowi yang berlangsung melalui jalur resmi dan mendapat dukungan partai politik besar, termasuk PDI Perjuangan (PDIP). Menurut dia, dokumen pendidikan Jokowi semestinya telah melalui proses pemeriksaan ketika yang bersangkutan mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah maupun calon presiden.

        "Padahal semua orang tahu yang mengusulkan orang tersebut adalah partai besar dan terkemuka di Indonesia. Mana mungkin sebuah partai besar bisa meloloskan orang yang nggak punya ijazah," kata Dedy.

        Ia mempertanyakan bagaimana mungkin persoalan ijazah baru kembali ramai dipersoalkan setelah Jokowi melewati berbagai kontestasi politik, mulai dari pemilihan wali kota, gubernur, hingga menjadi presiden selama dua periode.

        "Aneh saja itu partai kalau meloloskan orang yang nggak punya ijazah bisa tampil jadi wali kota, gubernur, bahkan presiden dua periode," lanjutnya.

        Dedy juga mengingatkan bahwa ketika Jokowi mengikuti proses pencalonan sebagai kepala daerah maupun presiden, tidak ada pihak yang mengajukan keberatan kepada penyelenggara pemilu terkait dokumen pendidikannya.

        "Dulu nggak ada yang bikin laporan ke KPU atau Bawaslu. Sekarang ramai-ramai menuding ijazah beliau palsu," ujarnya.

        Menurut Dedy, polemik yang kembali mencuat belakangan ini lebih banyak dipengaruhi ketidaksukaan sebagian pihak terhadap sosok Jokowi ketimbang persoalan substansi mengenai dokumen pendidikan.

        Ia bahkan menilai kritik terhadap Jokowi telah berlebihan. Dedy meminta masyarakat melihat rekam jejak Jokowi secara lebih objektif selama menjalankan tugas sebagai wali kota, gubernur, hingga presiden.

        "Mungkin Anda nggak suka sama sosok ini secara personal. Tapi sesekali coba otak itu diperiksa dan lihat bagaimana kerja-kerja beliau ini secara objektif selama menjabat sebagai wali kota, gubernur, dan presiden," katanya.

        Dedy kemudian kembali menyindir pihak yang masih mempersoalkan ijazah Jokowi. Menurut dia, persoalan tersebut seharusnya tidak lagi menjadi perdebatan setelah pihak universitas menyatakan keaslian ijazah Jokowi.

        Baca Juga: Ahok Ceritakan Alasan Terjun ke Politik, 'Orang Kaya Tidak Akan Pernah Bisa Lawan Pejabat'

        "Yang masih sibuk bicara atau mempersoalkan ijazah adalah orang-orang yang belum move on. Sementara yang punya ijazah asli dan sudah dinyatakan asli oleh universitasnya sudah kembali jadi warga negara biasa," ujar Dedy.

        Polemik ijazah Jokowi sendiri masih bergulir melalui sejumlah proses hukum. Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah mengabulkan eksepsi Dokter Tifa sehingga pemeriksaan perkara dihentikan sementara hingga terdapat langkah hukum lanjutan dari pihak jaksa.

        Sementara itu, Roy Suryo masih menunggu hasil putusan praperadilan jilid III di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: