Sikap Prabowo Berubah Sejak Joget Gemoy: Ejek Rakyat hingga Kupas Bawang Sekilo Rp700 Ribu
Kredit Foto: BPMI
Gaya Presiden Prabowo Subianto dalam menyampaikan pidato kembali menjadi sorotan menyusul kontroversi terbarunya soal upah buruh kupas bawang yang bisa mencapai Rp700 ribu perkilonya di Bogor/ Jawa Barat.
Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa sikap presiden sudah berubah, tercermin dari sejumlah pidatonya. Ia mengaitkan hal tersebut dengan citra “gemoy” yang sempat sangat melekat pada Prabowo saat Pemilu 2024.
Baca Juga: Viral Maba Unpad Kena Sinis Dedi Mulyadi: Kenapa Kamu Dilahirkan dari Bapak Tak Bertanggung Jawab?
“Nah saya enggak tahu ini, apakah setelah beliau sering dulu goyang gemoy ini, sejak itu berubah. Jadi nggak bisa disepelekan,” kata Pangi dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, perubahan gaya komunikasi seorang presiden tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena cara seorang kepala negara berbicara dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kewibawaannya.
Pangi mengungkit pengakuan presiden yang pernah menyebut dirinya mampu membaca hingga 50 buku dalam sehari. Kebiasaan membaca tersebut, menurut Pangi, semestinya tercermin dalam cara seseorang menyampaikan gagasan dan berkomunikasi di depan masyarakat.
“Jadi bagaimana mungkin seorang Presiden Prabowo yang bacaannya 50 buku per hari, yang sering keluar negeri beli buku, rajin baca, tapi pidatonya tak mencerminkan orang yang intelektual,” ujar Pangi.
Gestur Prabowo menurutnya juga menjadi aneh. Dalam salah satu pidato yang menurutnya terlihat seperti sedang mengejek rakyat. Ia menilai ekspresi dan gerakan wajah semacam itu tidak sejalan dengan citra kewibawaan yang semestinya dimiliki seorang presiden.
“Ngeledek-ngeledek rakyat gitu. Apa ya istilahnya. Meledek-ledek itu artinya seperti ngejek gitu dengan gerakan gestur nyenye-nyenye, dengan gerakan wajah seperti itu, seperti bukan seorang presiden,” kata Pangi.
“Gimana wibawanya,” sambungnya.
Pangi juga menyoroti momen lain ketika presiden terlihat menjulurkan lidah saat berpidato. Bagi Pangi, gestur tersebut kembali menimbulkan pertanyaan mengenai perubahan gaya komunikasi Prabowo.
“Sementara kalau kita lihat yang mengejek tadi dengan gerakan lidah manyun menjulur itu misalnya, kita kaget. Kok bisa begini,” ujarnya.
Terbaru, Prabowo kembali mematik kontroversi menyusul polemik kesalahan data dalam pidato Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Saat itu, Prabowo memperkenalkan Susana. Ia merupakan seorang buruh harian pengupas bawang dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, nominal upah yang disampaikan dalam pidato kemudian menjadi perbincangan.
“Hari ini hadir bersama kita. Ibu Susana dari Kabupaten Bogor., Dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo.
Baca Juga: Di Balik Maju-Mundur Dokter Tifa Hadapi Isu Ijazah Jokowi: Takut Dinyatakan Bersalah dan Dipenjara
Pernyataan tersebut mendapat sorotan karena angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut presiden dinilai bermasalah dalam konteks upah buruh pengupas bawang. Padahal bayaran pengupas bawang sendiri jauh dari angka yang disebut oleh Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: