Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Viral Maba Unpad Kena Sinis Dedi Mulyadi: Kenapa Kamu Dilahirkan dari Bapak Tak Bertanggung Jawab?

Viral Maba Unpad Kena Sinis Dedi Mulyadi: Kenapa Kamu Dilahirkan dari Bapak Tak Bertanggung Jawab? Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Unpad) Keisha tengah menjadi perhatian publik menyusul potongan video percakapannya dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi. Bukan karena prestasi akademiknya, ia justru menjadi sorotan setelah sejumlah ucapan politikus itu dalam sesi wawancara dinilai netizen terlalu menyudutkan kehidupan pribadi dan pilihan pendidikan mahasiswi tersebut.

Dikutip Selasa (18/8/2026), Momen tersebut terjadi dalam acara kuliah umum interaktif yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mahasiswa baru dari Unpad. Keisha pada saat itu mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Lagi Ada Warga Jabar Masuk ke Rumah Sakit, Pulangnya Berhutang

Awalnya, percakapan berlangsung dengan membahas kehidupan keluarga Keisha. Ketika ditanya mengenai ayahnya, Keisha mengungkapkan bahwa sang ayah tidak menjalankan tanggung jawab sebagaimana mestinya.

“Bapaknya masih ada?” tanya Dedi Mulyadi.

Keisha kemudian menjelaskan bahwa dirinya masih mengetahui keberadaan sang ayah, tetapi tidak mendapatkan dukungan yang cukup, termasuk dalam persoalan finansial.

“Bapakku enggak tanggung jawab. Bapak aku tuh, apa ya, intinya gitu enggak ngasih tahu kabar,” ujar Keisha.

Dedi kembali menanyakan apakah Keisha masih bertemu dengan ayahnya. Keisha mengatakan mereka masih dapat bertemu, tetapi ketika membutuhkan uang, dirinya tidak mendapatkan tanggapan seperti yang diharapkan.

Percakapan kemudian berlanjut dengan ucapan Dedi yang menjadi salah satu bagian paling banyak disorot di media sosial.

“Kenapa kamu dilahirkan dari bapak yang tidak bertanggung jawab, pilih yang bertanggung jawab dong,” kata Dedi.

Keisha menjawab dengan singkat sembari menunjukkan ekspresi sedih.

“Ya enggak tahu, kan enggak bisa milih nasib,” ujar Keisha.

Perbincangan itu kemudian bergeser ke kehidupan keluarga dari Keisha. Ia mengaku pernah mendapatkan perlakuan kurang baik dari saudaranya. Sementara itu, sang ibu disebut harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan dua adiknya.

Keisha juga bercerita bahwa sebelumnya ia tinggal bersama neneknya. Namun, nenek yang menjadi tempat tinggalnya tersebut telah meninggal dunia.

Di tengah kondisi keluarga yang tidak mudah, ia justru berhasil masuk universitas melalui jalur prestasi akademik. Ia mengaku memiliki alasan kuat untuk melanjutkan pendidikan.

“Aku pengin ngebuktiin ke saudara-saudara yang udah zolim ke aku,” ungkap Keisha ketika ditanya mengenai motivasinya kuliah.

Namun, bagian lain dari wawancara kembali memicu perdebatan. Keisha diketahui mengambil Program Studi Administrasi Pemerintahan. Dedi mempertanyakan pilihan tersebut.

“Udah kebanyakan. Yang sekarang aja P3K belum diangkat jadi pegawai negeri sipil semua, ini nambah lagi nih jurusan,” ujar Dedi.

Dedi kemudian menanyakan mengapa Keisha tidak memilih jurusan kedokteran. Keisha menjelaskan bahwa pilihan tersebut terbentur kondisi ekonomi dan latar belakang pendidikannya.

“Kan enggak ada biayanya pak. Aku kan dari IPS. Bukan dari IPA,” jawab Keisha.

Saat ditanya mengapa memilih program studi terkait, ia menjelaskan bahwa hasil psikotes mengarahkannya ke jurusan tersebut.

Potongan percakapan itulah yang kemudian menjadi perdebatan di media sosial. Sebagian netizen menilai pertanyaan dan respons sang gubernur terlalu keras jika disampaikan kepada mahasiswa baru yang sedang menceritakan persoalan keluarga dan perjuangannya menempuh pendidikan.

Adapun Dedi pada akhirnya memberikan bantuan konkret kepada Keisha. Ia menyatakan akan membayarkan biaya kuliah mahasiswa baru itu selama lima semester. Selain itu, biaya kos selama dua tahun juga disebut akan dibantu oleh seorang alumni Unpad bernama Asep.

“Semesterannya aku bayarin 5 semester. Kamu bayar biaya kosnya dibayarin 2 tahun nanti sama Pak Asep alumni Unpad,” kata Dedi.

Keisha pun menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut.Peristiwa itu kini tidak hanya menjadi pembicaraan mengenai bantuan pendidikan, tetapi juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai cara memperlakukan mahasiswa baru ketika mereka membuka persoalan pribadi di ruang publik.

Baca Juga: Beda Cara Dedi Mulyadi Gelar Upacara HUT RI ke-81: Kuli Bangunan hingga Ojol Jadi Tamu VIP

Bagi netizen, kisah Keisha menjadi sorotan karena di balik statusnya sebagai mahasiswa terdapat perjuangan keluarga dan ekonomi yang tidak sederhana.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar