Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PINTU Luncurkan Pintu Futures Lite untuk Perluas Trading Derivatif Crypto di Indonesia

        PINTU Luncurkan Pintu Futures Lite untuk Perluas Trading Derivatif Crypto di Indonesia Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pintu Kemana Saja (PINTU) meluncurkan Pintu Futures Lite, fitur trading derivatif crypto dengan tampilan sederhana dan alur transaksi yang dirancang lebih ringkas.

        Fitur ini ditujukan untuk memperluas adopsi trading derivatif crypto di Indonesia, khususnya bagi trader pemula dan menengah.

        Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan Pintu Futures Lite dirancang sebagai pintu masuk bagi pengguna yang ingin mencoba trading derivatif crypto dengan leverage. Fitur tersebut memungkinkan pengguna membuka posisi Long atau Short dalam tiga langkah.

        "PINTU menghadirkan fitur Pintu Futures Lite sebagai pintu masuk bagi trader pemula maupun menengah yang ingin memulai trading derivatif crypto menggunakan leverage,” ujar Andy.

        Dalam Pintu Futures Lite, pengguna dapat memilih posisi Long ketika memperkirakan harga aset akan naik atau Short jika memperkirakan harga akan turun. Selanjutnya, pengguna memasukkan jumlah margin dan menentukan leverage melalui slider hingga maksimal 25 kali lipat dari modal awal.

        Setelah posisi terbuka, pengguna dapat memantau status posisi secara real-time melalui halaman detail posisi aktif. Pengguna juga dapat mengatur Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) untuk membantu mengelola risiko transaksi.

        Menurut Andy, fitur tersebut menggabungkan leverage yang dapat disesuaikan, manajemen risiko, dan tampilan single-screen untuk menyederhanakan pengalaman trading derivatif crypto.

        “Kami meyakini, kemudahan yang kami tawarkan melalui Pintu Futures Lite dapat mendorong peningkatan adopsi dan inklusi terhadap trading derivatif crypto,” katanya.

        Peluncuran Pintu Futures Lite dilakukan ketika aktivitas perdagangan derivatif crypto secara global masih menunjukkan volume yang lebih besar dibandingkan perdagangan spot.

        Berdasarkan laporan 2026 Q2 Crypto Industry Report dari CoinGecko, perdagangan derivatif crypto secara global mencapai US$12,7 triliun pada kuartal II 2026. Sementara itu, volume perdagangan spot pada periode yang sama tercatat sebesar US$1,95 triliun.

        Di Indonesia, data Bursa Kripto CFX menunjukkan nilai perdagangan pasar derivatif mencapai Rp4,4 triliun per April 2026.

        PINTU menilai perkembangan tersebut menunjukkan adanya peluang untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan instrumen derivatif crypto di Indonesia.

        Andy mengatakan perusahaan akan mengembangkan fitur edukasi terintegrasi dan memperluas pilihan aset yang dapat diperdagangkan melalui Pintu Futures Lite.

        Namun, dia mengingatkan bahwa trading futures dengan leverage memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan seluruh modal.

        "Kami selalu mengimbau pengguna untuk melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) serta selalu mengelola risiko dengan baik sebelum bertransaksi,” ujar Andy.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: