Kata-kata Megawati di HUT RI ke-81: Aduh Ilah, Orang-orang Hukum Ini Kok Keren Banget Ya Sekarang...
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melontarkan sindiran keras terhadap penegakan hukum di Indonesia. Ia mempertanyakan rasa keadilan yang diterima masyarakat dengan membandingkan kasus seorang ibu yang dihukum karena mencuri buah labu dengan persoalan korupsi yang menurutnya masih terjadi secara terbuka.
Menurutnya, kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan masyarakat yang memperoleh kesempatan hidup layak dan mendapatkan keadilan.
Baca Juga: Bukan Rp700 Ribu Sekilo, Upah Kupas Bawang Ternyata Tidak Seindah Klaim Prabowo
“Saya bilang, aduh ilah, orang-orang hukum ini kok keren banget ya sekarang. Tapi kalian sendiri kan melihat barusan ini kan terbuka yang namanya korupsi luar biasa,” ujar Megawati, dikutip Selasa (18/8/2026).
Ia mengakui hukum tetap ada dan berlaku di Indonesia, tetapi mempertanyakan apakah penerapannya sudah memberikan keadilan yang sama kepada seluruh warga negara.
“Jalan ini menuntut dukungan sistem politik, khususnya perwujudan negara ini sebagai suatu negara hukum. Hukum itu harus ditegakkan, bukan seperti sekarang ini,” kata Megawati.
Megawati menilai persoalan tidak berhenti pada ada atau tidaknya aturan. Menurutnya, hukum kehilangan makna apabila penerapannya tidak memberikan rasa keadilan dan membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan.
“Hukum yang ada tetap ada, tetapi yang namanya berkeadilan bagi semua tanpa adanya penyalahgunaan kekuasaan, tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.
Bagi Megawati, persoalan tersebut pada akhirnya kembali kepada pertanyaan mengenai makna keadilan. Ia mempertanyakan apakah praktik penegakan hukum yang ada sudah sesuai dengan cita-cita negara dalam memberikan perlindungan yang setara kepada rakyat.
“Coba pikirkan, apakah keadilan itu yang ingin kita dapatkan? Yang ingin kita kerjakan bagi seluruh rakyat Indonesia?” ungkapnya.
Megawati kemudian menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum. Karena itu, prinsip kesetaraan tersebut tidak boleh hanya menjadi teori atau tertulis dalam aturan, melainkan harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga memberikan pesan kepada aparat penegak hukum agar tidak kehilangan sisi kemanusiaan ketika menjalankan kewenangan.
Baca Juga: Istana Soal Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Sekilo: Wajar Selip-Selip Satu Dua Kata
“Jangan kamu tidak punya perikemanusiaan dan berkeadilan,” tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar