Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pratikno Dituding Otak Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasannya

        Pratikno Dituding Otak Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasannya Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat politik Selamat Ginting menyoroti tudingan terhadap Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang disebut-sebut sebagai otak di balik polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

        Tudingan itu muncul karena Pratikno pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2012, sebelum diangkat Jokowi menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada Oktober 2014.

        "Ini Pratikno kan Mensesnek dulu sangat dekat gitu. Kemudian juga dia dituding sebagai dituding ya sebagai otak dari kasus ijazah Jokowi karena pernah menjadi rektor UGM," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (18/8).

        Ginting menilai publik menunggu apakah pergantian Pratikno dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Kabinet Merah Putih akan memengaruhi arah kasus ijazah Jokowi.

        "Karena ada kemungkinan kalau itu diganti kasus ijazahnya akan berbeda. Nah, saya tidak mengatakan palsu atau tidak palsu. saya enggak pedulilah itu gitu," ucapnya.

        Pernyataan tersebut disampaikan Ginting saat membahas isu reshuffle kabinet yang kemungkinan menyasar dua tokoh dekat Jokowi, yakni Pratikno dan Listyo Sigit.

        Baca Juga: Jokowi ke Prabowo: Jangan Semua Orang Saya Dipenggal!

        Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga kini belum ada rencana reshuffle. Jika pun ada perubahan, fokus utamanya bukan mengganti menteri, melainkan mengisi posisiĀ  yang sedang kosong.

        "Sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih. Sekali lagi kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong. Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas," ucap Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: