Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jusuf Kalla Turun Tangan, PMI Siapkan Operasi 3 Bulan Tangani Gempa NTT

        Jusuf Kalla Turun Tangan, PMI Siapkan Operasi 3 Bulan Tangani Gempa NTT Kredit Foto: Andi Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan operasi kemanusiaan berskala besar untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi tersebut akan diperkuat dengan tim kesehatan, layanan air bersih, serta distribusi logistik bagi masyarakat terdampak.

        Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan PMI sejak awal bencana telah menyalurkan bantuan berupa tenda darurat, makanan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Saat ini, PMI memperkuat penanganan kebutuhan air bersih melalui tim Water, Sanitation and Hygiene (WASH).

        “Sejak awal bantuan sudah kita jalankan ke daerah, baik berupa tenda-tenda, makanan, dan kesehatan. Sekarang kita memikirkan tim WASH untuk air dan perbaikan air,” ujar Jusuf Kalla usai memimpin rapat penanganan Gempa NTT di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).

        PMI juga akan mengirimkan tambahan obat-obatan dan tenaga kesehatan dari sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Solo, dan Surabaya.

        “Tim kesehatan dari Jakarta, Solo, dan Surabaya akan menuju ke daerah tersebut. Sehingga operasi lengkap yang cukup besar akan dijalankan di NTT untuk menolong masyarakat yang terkena musibah,” katanya.

        Jusuf Kalla mengatakan operasi kemanusiaan PMI diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, terutama pada fase tanggap darurat. Setelah memasuki tahap rekonstruksi, PMI tetap akan memberikan dukungan sesuai kebutuhan, sedangkan pembangunan kembali menjadi tanggung jawab utama pemerintah.

        “Operasi kita ada kira-kira dua sampai tiga bulan. PMI selalu beroperasi pada zaman darurat. Setelah rekonstruksi, biasanya pemerintah yang melakukan rekonstruksi, walaupun kita juga akan membantu proses yang dapat dilaksanakan,” jelasnya.

        Menurut JK, tidak terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan operasi. Namun, jarak pengiriman bantuan dari sejumlah wilayah seperti Jakarta dan Surabaya menjadi tantangan karena membutuhkan waktu. PMI akan memanfaatkan jalur udara, laut, dan darat untuk mempercepat distribusi.

        “Tidak ada kendala. Hanya kadang-kadang jarak dari Jakarta, Surabaya membutuhkan waktu. Tapi ini bisa direspons dengan baik melalui jalur udara, laut, dan darat,” ujarnya.

        Selain mengirimkan bantuan dari pusat, PMI akan memperkuat distribusi logistik melalui wilayah terdekat, seperti Maumere dan sejumlah kota di sekitar lokasi terdampak.

        Hingga Selasa (18/8/2026), PMI telah mengerahkan 84 personel, tujuh kendaraan operasional, dan tujuh ambulans untuk penanganan gempa NTT. PMI juga mendirikan tenda darurat untuk mendukung pelayanan fasilitas kesehatan bagi warga terdampak.

        Baca Juga: Jusuf Kalla: PMI Siap Tampung dan Salurkan Donasi untuk Korban Gempa NTT

        Baca Juga: UNIFAM Serahkan Ambulans kepada PMI Jakarta Barat untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan

        Dalam penanganan kebutuhan dasar, PMI telah mendistribusikan 25.000 liter air bersih serta memberikan layanan psikososial kepada 147 orang. Bantuan logistik yang telah disalurkan meliputi 675 hygiene kit, 1.075 selimut, 1.000 sarung, 825 matras, 710 terpal, 300 kelambu, 300 pasang sepatu bot, 220 baby kit, 200 kitchen kit, 120 rompi, dan 50 tikar.

        PMI Pusat juga memberikan dukungan dana awal operasional kepada PMI NTT sebesar Rp146,69 juta.

        Rapat penanganan Gempa NTT turut dihadiri pengurus PMI, perwakilan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), serta perwakilan Palang Merah Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: