Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kebutuhan LNG Domestik Naik, DSLNG Alokasikan 15 Kargo untuk PGN pada 2026

        Kebutuhan LNG Domestik Naik, DSLNG Alokasikan 15 Kargo untuk PGN pada 2026 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Banggai -

        PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) meningkatkan alokasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk kebutuhan domestik pada 2026 menjadi 15 kargo. Jumlah tersebut meningkat 87,5 persen dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang mencapai 8 kargo.

        Alokasi LNG domestik DSLNG tersebut diserap oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

        Plant Deputy General Manager PT DSLNG, Sugianto Darsani, mengatakan dari total alokasi 15 kargo tersebut, hingga Agustus 2026 perusahaan telah mengirimkan sebanyak 6 kargo.

        Sebagai informasi, satu kargo LNG milik DSLNG setara dengan 125 ribu ton meter kubik.

        “Dari 15 tadi, baru 6, jadi nanti 9 di akhir-akhir nanti ngambilnya banyak,” ujarnya di fasilitas kilang LNG DSLNG di Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (17/8/2026).

        Sugi menyebut suplai LNG PGN dari DSLNG memang telah diatur bakal meningkat di akhir tahun. Pasalnya, Januari hingga Agustus 2026, kebutuhan PGN lebih dulu disuplai oleh BP Tangguh dan Badak LNG.

        “Nah nanti kita setelah Agustus ini kita yang banyak jadi kita ngikutin ini Pak pembagiannya,” lanjutnya.

        Menurut Sugi, peningkatan kebutuhan domestik tersebut telah dikomunikasikan dengan konsumen perusahaan yang tercatat sebagai pembeli LNG jangka panjang (long-term buyer), yakni JERA dan Kyushu Electric Power Co., Inc. asal Jepang serta Korea Gas Corporation (KOGAS) asal Korea Selatan.

        “Jadi ya kemarin dengan adanya permintaan yang tiba-tiba meningkat, karena kita dengan long term itu kan sampai 2027, kemudian ada perubahan, ya alhamdulillah manajemen kita bisa menjelaskanlah, memberi penjelasan terhadap pembeli long term, kan memang kalau sudah peraturan pemerintah kan kita enggak anu toh ya enggak bisa ini,” jelasnya.

        Melalui komunikasi dengan para pembeli jangka panjang, DSLNG memastikan penyesuaian alokasi LNG domestik tidak menimbulkan penalti dari para konsumen. Sementara pasokan ekspor yang dialihkan untuk kebutuhan domestik akan dikembalikan sesuai mekanisme yang disepakati.

        “Memang agak berat menjelaskan ke long term buyer karena pemerintah mulai tahun lalu kan me-apa, kemandirian energi gitu loh jadi kebutuhan gas dalam negeri harus disuplai oleh produsen LNG dalam negeri,” ujarnya.

        “Jadi kita kalau tiba-tiba dicancel itu kami juga keberatan kan biasanya kalau transaksi jual beli kan kalau kita sudah ininya dia kena denda juga kan jadi konsisten Pak, tahun ini 15 ya harus 15,” tutupnya.

        Untuk diketahui, pada 2026 DSLNG menargetkan produksi LNG sebesar 41 kargo.

        LNG yang diproduksi DSLNG berasal dari gas bumi yang dipasok dari Lapangan Senoro serta Lapangan Donggi dan Matindok.

        Baca Juga: Optimalisasi Gas Suar, DSLNG Catat Penghematan Rp7,8 Miliar per Tahun

        Baca Juga: Chandra Asri Serap 840 Ribu Barel Kondensat DSLNG per Tahun

        Pasokan dari Lapangan Senoro mencapai 317 MMSCFD dan dikelola melalui Joint Operating Body (JOB) yang terdiri atas PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd.

        Sementara Lapangan Donggi dan Matindok memasok sekitar 85 MMSCFD. Pasokan tersebut dikelola oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok.

        Gas dari kedua sumber tersebut kemudian dialirkan melalui pipa bawah tanah menuju fasilitas pengolahan LNG DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: