Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai Gubernur Jawa Barat sekaligus kader Partai Gerindra, Dedi Mulyadi, mulai ‘gerah’ di partai karena elektabilitasnya kini lebih tinggi dibanding Presiden Prabowo Subianto.
Hersu mengingatkan bahwa Dedi sebelumnya merupakan kader Partai Golkar sebelum berpindah ke Gerindra, ikut kontestasi Pilkada Jawa Barat, dan akhirnya terpilih sebagai gubernur.
"Enggak mungkinlah ya kalau terus-menerus seperti itu. Tetapi tidak mungkin pula ini Dedi Mulyadi diam begitu saja memanfaatkan kesempatan. Kita masih ingat ya ketika dia sebelumnya lompat dari Partai Golkar, kemudian dia lompat ke Partai Gerindra," jelasnya.
Hersu menilai pola serupa bisa terjadi lagi jika Dedi mendapat tawaran dari PSI. Dengan peluang PSI menjadi partai besar, skenario pasangan Dedi Mulyadi–Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2029 disebut terbuka.
"Kalau kemudian ini win-win, jadi antara Dedi Mulyadi dengan Gibran ya skenarionya, kemudian Dedi Mulyadi dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres tahun 2029. Jadi Gibran masih tetap ada sirkulasi kekuasaan," tandasnya.
Sebagai informasi, dalam survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia pada akhir Juli 2026, Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo.
Baca Juga: Bocoran: Budi Arie Disiapkan Gantikan Raja Juli Jadi Sekjen PSI, Jokowi Sering Bertemu di Solo
Dalam simulasi semi terbuka SMRC, Dedi menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 35%, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 14,5%. Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3% untuk Prabowo.
Indikator Politik Indonesia juga mencatat Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas. Meski tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi (98,8% vs 88,2%), tingkat kesukaan responden terhadap Dedi jauh lebih unggul, yakni 88,3% dibanding Prabowo yang hanya 68,1%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: