Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        CNG Merah Putih Disinyalir Lebih Boros Ketimbang Gas Melon LPG: Bisa Dipakai Cuma 3 Hari

        CNG Merah Putih Disinyalir Lebih Boros Ketimbang Gas Melon LPG: Bisa Dipakai Cuma 3 Hari Kredit Foto: Siaran Pers/PT Pertamina
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        CNG Merah Putih terus menjadi sorotan ditengah wacana hal tersebut akan menggantikan LPG 3 Kg. Baru-baru ini, ia disinyalir memiliki kapasitas pemakaian yang lebih kecil dibandingkan pendahulunya.

        ISEAS-Yusof Ishak Institute Researcher, Made Supriatma. menyoroti perbedaan karakteristik LPG dan CNG. Ia menyebut penggunaan gas merah putih berpotensi membuat masyarakat harus lebih sering mengganti tabung dibandingkan ketika menggunakan LPG 3 Kg.

        Baca Juga: Dokter Tifa Anggap Kasus Ijazah Jokowi Sudah Berakhir: Saya Ini Eks Terdakwa dan Mantan Tersangka...

        “LPG punya kalori lebih besar. Lebih dari 2 kali lipat CNG. Jika satu tabung gas melon ini bisa dipakai 7 hari. CNG hanya 3 hari,” kata Made, dikutip dari akun Facebook pribadinya, Kamis (20/8/2026).

        Made menjelaskan bahwa kedua hal tersebut merupakan dua jenis bahan bakar gas dengan karakter berbeda. LPG merupakan liquefied petroleum gas, yakni gas yang dicairkan. CNG atau compressed natural gas di sisi lain merupakan gas alam yang dikompresi dengan tekanan tinggi.

        “Pemerintah akan mengganti ‘gas melon’ warna hijau dengan CNG. LPG adalah liquified petroleum gas atau gas yang diubah menjadi cairan,” ujar Made.

        “Ia adalah gas alam seperti metana yang banyak ada di mana-mana. Indonesia memiliki cadangan sangat besar untuk gas ini,” lanjutnya.

        Made juga menyoroti bobot tabung CNG. Ia menyebut tabung tersebut dapat memiliki bobot lebih berat karena harus menahan gas bertekanan tinggi.

        “CNG 2 kali lebih berat. Satu tabung beratnya bisa 15 kg lebih. CNG karena gas dengan tekanan tinggi. Tabungnya terbuat dari baja tanpa sambungan,” katanya.

        Namun, penjelasan pemerintah mengenai desain tabung berbeda. Laode menyebut tabung yang direncanakan pemerintah menggunakan material komposit dan teknologi tabung yang lebih modern.

        “Jadi ini saya ingin jelaskan sekali lagi ya bahwa material tabung ini itu sudah sampai ke tipe 4,” jelas Laode.

        Pemerintah juga menilai penggunaan material tersebut membuat tabung lebih ringan dan mudah dipindahkan dibandingkan gambaran tabung konvensional.

        Sebelumnya, pemerintah memang tengah menyiapkan CNG Merah Puti. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman sebelumnya membenarkan adanya rencana tersebut.

        Laode mengatakan pemerintah sedang menyiapkan prototipe tabung terkait untuk menjalani pengujian sebelum nantinya diimplementasikan.

        Baca Juga: CNG 3 Kg Pengganti LPG Segera Diuji Coba ke Masyarakat, Bahlil: Minggu Depan

        “Jadi diuji itu. Belasan lah mungkin sekitar 15 (tabung). Satu tahap lagi sudah bisa di-implement, di-edarkan tahun ini,” ujar Laode.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: