Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Bongkar Alasan LPG 3 Kg Tak Bisa Terus Diandalkan, CNG Disiapkan

Bahlil Bongkar Alasan LPG 3 Kg Tak Bisa Terus Diandalkan, CNG Disiapkan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG akhirnya mendorong pemerintah menyiapkan langkah besar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini mulai mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG subsidi yang selama ini digunakan jutaan rumah tangga.

Langkah tersebut diambil karena kebutuhan LPG nasional jauh lebih besar dibanding kemampuan produksi dalam negeri. Akibatnya, Indonesia masih harus mengimpor sebagian besar kebutuhan gas untuk masyarakat setiap tahun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri hanya berada di kisaran 1,8 hingga 1,9 juta ton.

Kondisi itu membuat Indonesia bergantung pada impor untuk memenuhi sekitar 75 hingga 80 persen kebutuhan LPG nasional. Menurut Bahlil, situasi tersebut tidak ideal mengingat Indonesia sebenarnya memiliki cadangan gas yang sangat besar.

“Selebihnya kita impor. 75% sampai 80% impor,” kata Bahlil dalam acara CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Karena itu, pemerintah mulai mengalihkan fokus pada pemanfaatan gas bumi jenis C1 dan C2 yang tersedia melimpah di Indonesia. Cadangan tersebut dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Bahlil mencontohkan temuan cadangan gas raksasa di Kalimantan Timur yang mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik. Bahkan, potensi produksi gas ke depan disebut jauh melebihi kebutuhan untuk menggantikan konsumsi LPG nasional.

Di tengah upaya tersebut, pemerintah tengah menguji penggunaan CNG dalam tabung berukuran 3 kilogram yang ditujukan bagi masyarakat penerima subsidi. Program ini digadang-gadang menjadi alternatif baru bagi pengguna LPG melon.

Menurut Bahlil, pengembangan CNG 3 kilogram saat ini telah memasuki tahap uji coba ketiga bersama PT Pertamina (Persero). Jika seluruh tahapan berjalan lancar, produksi perdana ditargetkan dapat dimulai pada Juli 2026.

Baca Juga: LPG Bakal Diganti CNG, Prabowo Perintahkan Bahlil Lakukan Ini

Kabar baiknya, masyarakat tidak perlu mengganti kompor apabila nantinya beralih ke tabung CNG. Pemerintah memastikan teknologi yang digunakan memungkinkan tabung baru tetap kompatibel dengan kompor rumah tangga yang sudah ada.

“Kompornya tidak perlu diganti kompor langsung, dan itu bisa menahan peledakan dan kebakaran,” ujar Bahlil.

Pemerintah berharap penggunaan CNG dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor yang selama ini membebani neraca energi nasional. Selain memperkuat ketahanan energi, langkah tersebut juga dinilai mampu memaksimalkan pemanfaatan sumber daya gas yang melimpah di dalam negeri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama