Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Melejit 1% di Awal Perdagangan, Tembus Level 6.460

        IHSG Melejit 1% di Awal Perdagangan, Tembus Level 6.460 Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas pada pembukaan perdagangan Kamis (20/8/2026). IHSG menguat lebih dari 1% dan kembali menembus level 6.460, seiring sentimen positif dari pasar global.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.01 WIB, IHSG berada di level 6.460,28. Posisi tersebut naik 66,15 poin atau 1,03% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.394,13.

        Penguatan IHSG juga didukung mayoritas saham yang bergerak positif. Tercatat 363 saham menguat, 105 saham melemah, dan 495 saham lainnya belum mengalami perubahan harga.

        Aktivitas perdagangan juga mulai ramai sejak awal sesi. Nilai transaksi saham telah mencapai Rp409,3 miliar, dengan volume perdagangan sekitar 884,1 juta saham.

        Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 66.130 kali. Adapun kapitalisasi pasar BEI pada awal perdagangan mencapai sekitar Rp11.335 triliun.

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperikan IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.300-6.450 pada perdagangan Kamis (20/8/2026). 

        "Pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik yang cenderung beragam," tulis riset Phintraco Sekuritas.

        Phintraco Sekuritas menyebut sejumlah sentimen positif masih menopang pasar. Salah satunya berasal dari bursa saham Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/8/2026), seiring penurunan imbal hasil atau yield US Treasury.

        Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) juga mengumumkan rencana untuk menggandakan volume pembelian kembali utang pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi pasar keuangan.

        Namun, ruang penguatan IHSG masih berpotensi terbatas karena pasar menghadapi sejumlah sentimen negatif. Salah satunya adalah kembali meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang membuat prospek inflasi global semakin sulit diprediksi.

        "Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia," ungkap Phintraco Sekuritas.

        Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memilih mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 19 Agustus 2026. Di sisi lain, pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan kinerja positif dengan tumbuh 13,58% secara tahunan (YoY) pada Juli 2026.

        Baca Juga: IHSG Diprediksi Fluktuatif di Kisaran 6.300-6.450, Ini Sentimen Penggeraknya

        Baca Juga: Saham BYAN Ambruk 14%, IHSG Terseret Turun 1% ke Level 6.384,22

        Baca Juga: Emiten Milik Agung Sedayu dan Salim Ini Gelontorkan Ratusan Miliar Akibat Saham Anjlok

        Sentimen dari pasar komoditas juga turut menjadi perhatian. Harga minyak mentah menguat sekitar 1% pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi apabila berlanjut dalam jangka panjang.

        Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 4,637%. Harga emas spot juga melonjak 3,4% ke level US$4.479 per troy ounce.

        Dengan kombinasi sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak naik-turun dalam kisaran 6.300-6.450 pada perdagangan hari ini. Investor dinilai perlu mencermati perkembangan sentimen global, terutama arah harga komoditas dan kondisi geopolitik, yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: