- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Emiten Milik Agung Sedayu dan Salim Ini Gelontorkan Ratusan Miliar Akibat Saham Anjlok
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yang merupakan emiten terafiliasi dengan Agung Sedayu dan Grup Salim telah menyiapkan dana hingga Rp250 miliar untuk membeli kembali sahamnya (buyback).
Aksi korporasi ini dilakukan di tengah tekanan pasar yang membuat harga saham perusahaan pengembang kawasan CBD Pantai Indah Kapuk 2 (PIK) ini merosot signifikan sejak awal tahun.
Pelaksanaan buyback akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 20 Agustus hingga 19 November 2026.
Dalam pelaksanaannya, CBDK menunjuk Ciptadana Sekuritas Asia sebagai anggota bursa yang akan melakukan pembelian saham.
Manajemen CBDK mengatakan buyback dilakukan untuk meredam tekanan jual ketika pasar mengalami volatilitas tinggi.
"Langkah ini sekaligus menjadi upaya manajemen menjaga kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang," ujar manajemen CBDK dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Kamis (20/8/2026).
Manajemen CBDK menegaskan, keputusan buyback bukan disebabkan oleh penurunan kinerja atau memburuknya fundamental perusahaan. CBDK menyatakan kondisi keuangan tetap sehat, operasional berjalan stabil, dan prospek bisnis jangka panjang masih positif.
Saham CBDK Anjlok 57%
Di tengah kondisi tersebut, harga saham CBDK justru mengalami koreksi tajam sepanjang tahun berjalan. Hingga 19 Agustus 2026, saham CBDK telah turun sekitar 57% sejak awal tahun. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama IHSG terkoreksi sekitar 26%.
Perseroan menilai penurunan harga saham tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental maupun nilai intrinsik perusahaan. Maka dari itu, buyback diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan jual sekaligus memberikan sinyal kepada pasar terkait keyakinan manajemen terhadap prospek CBDK.
Baca Juga: Aguan Makin Tajir? Laba PANI Tembus Rp1,7 Triliun dalam Enam Bulan
Baca Juga: Emiten KFC Milik Keluarga Gelael dan Salim Grup Masih Merugi Rp56,7 Miliar Meski Pendapatan Naik
Baca Juga: Diinginkan Haji Isam, tapi BYAN Dapat Status Khusus Ini dari BEI
Selain meredam tekanan pasar, buyback juga menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga keseimbangan antara kondisi pasar dan fundamental perusahaan, mengoptimalkan struktur permodalan, serta mempertahankan kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Manajemen CBDK memastikan aksi buyback didukung oleh tingkat likuiditas yang memadai. Perseroan juga menegaskan pembelian saham tersebut tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun rencana investasi yang telah disiapkan.
Dengan kondisi tersebut, manajemen CBDK menilai perusahaan memiliki ruang yang cukup untuk menjalankan buyback sekaligus tetap menjaga keberlangsungan bisnis dan rencana pertumbuhan ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan