Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perluas Ekspor ke Amerika Latin, Barantin Gandeng Uruguay

        Perluas Ekspor ke Amerika Latin, Barantin Gandeng Uruguay Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU bidang sanitari dan fitosanitari (SPS) dengan Kementerian Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Uruguay. Dengan tujuan memperluas potensi ekspor komoditas Indonesia ke Amerika Selatan.

        Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding mengatakan, kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tapi juga membuka peluang pengembangan perdagangan produk pertanian, perikanan, dan peternakan Indonesia di kawasan Amerika Latin.

        "Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar Indonesia ke Amerika Selatan. Dengan menyelaraskan standar SPS, kita memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap sistem karantina Indonesia," ujar Karding seusai penandatanganan MoU di Kantor Barantin, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

        Kerja sama SPS ini mencakup aspek kesehatan hewan, perlindungan tumbuhan, keamanan pangan, sertifikasi elektronik (e-cert), penerapan analisis risiko, serta harmonisasi persyaratan teknis dan tindakan karantina.

        Selain itu, Indonesia dan Uruguay juga menandatangani sejumlah kesepakatan teknis. Antara lain, Mutual Recognition Arrangement (MRA) sektor perikanan, protokol persyaratan karantina dan sertifikasi ekspor kaviar dari Uruguay ke Indonesia, serta protokol persyaratan fitosanitari ekspor jeruk segar dari Uruguay.

        "Kesepakatan teknis ini memberikan kepastian yang lebih baik bagi perdagangan komoditas kedua negara sekaligus menunjukkan pentingnya standar karantina dalam mendukung kelancaran perdagangan internasional," imbuh Karding.

        Karding menilai, kerja sama tersebut memiliki prospek ekonomi yang besar. Sepanjang 2024 hingga Juli 2026, tercatat 27 komoditas unggulan Indonesia telah menembus pasar Uruguay. Mulai dari kelapa parut, produk olahan kakao, tepung kelapa, ikan tetra, dan cangkang kerang.

        Pada 2025, nilai ekspor Indonesia ke Uruguay mencapai Rp120,4 miliar. Sementara nilai impor Indonesia dari Uruguay tercatat Rp507,9 miliar.

        Menurut dia, masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan ekspor, khususnya produk pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan. Karding berharap neraca perdagangan dengan Uruguay bisa lebih proporsional.

        "Produk perikanan Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Begitu pula komoditas hewan bernilai tinggi seperti sarang burung walet. Ini menjadi peluang yang dapat terus kita kembangkan melalui kerja sama SPS," kata dia.

        Baca Juga: Danantara dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional bagi Keadilan Sosial

        Baca Juga: Menperin Ingatkan BUMN: Bisnis Hari Ini Belum Tentu Relevan 10 Tahun Lagi

        Baca Juga: Danantara Siapkan Skema Transformasi PT PP: Merger Dulu, Baru Restrukturisasi

        Ia menegaskan Barantin akan mengawal implementasi kerja sama tersebut melalui penguatan sistem biosekuriti, pemenuhan persyaratan teknis, serta pelayanan sertifikasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

        "MoU ini bukan sekadar dokumen administratif. Ini merupakan fondasi kerja sama untuk memastikan lalu lintas komoditas berjalan aman, memenuhi standar kesehatan dan keamanan, sekaligus mendukung peningkatan perdagangan kedua negara," ungkap Karding.

        Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay Valeri Csukasi berharap kerja sama ini selain dapat meningkatkan perdagangan bilateral, juga dapat membantu integrasi dengan negara di Amerika Selatan.

        "Kami mengandalkan protokol-protokol ini tidak hanya untuk meningkatkan perdagangan bilateral, tetapi juga untuk membantu integrasi antara kedua negara dan di masa depan antara negara-negara Mercosur dan Indonesia. Jadi kami sangat antusias dengan hasil pertemuan hari ini," tutur dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: