Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wapres Gibran: Saya Memohon Maaf yang Sebesar-besarnya

        Wapres Gibran: Saya Memohon Maaf yang Sebesar-besarnya Kredit Foto: Antara/Hasrul Said
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

        Di tengah proses penanganan bencana yang masih berlangsung, Gibran mengakui kemungkinan masih terdapat kekurangan di lapangan dan meminta seluruh jajaran pemerintah memastikan kebutuhan warga benar-benar terpenuhi.

        Permintaan maaf tersebut disampaikan Gibran ketika mengunjungi posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (20/8/2026). Dalam kunjungan itu, Gibran didampingi Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, serta Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

        Baca Juga: MBG Harus Lebih Baik! Bos BGN Ultimatum Kepala SPPG: Jam Kerjanya...

        Di hadapan warga terdampak, Gibran tidak hanya meninjau kondisi posko, tetapi juga menyapa dan berdialog langsung dengan para pengungsi. Ia menanyakan kebutuhan yang masih diperlukan sekaligus menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana.

        "Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," kata Gibran dalam keterangannya, dikutip Jumat (21/8/2026).

        Gibran kemudian meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan bantuan tidak berhenti di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau.

        Menurutnya, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga berbagai kebutuhan mendesak lainnya harus sampai kepada seluruh warga terdampak, termasuk mereka yang tinggal di kawasan pegunungan.

        Baca Juga: Pakar: Fatimah Memperjuangkan Indonesia, Gibran bin Jokowi Justru Merusaknya

        "Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya," ungkapnya.

        Tak ingin warga merasa menghadapi bencana seorang diri, Gibran menegaskan pemerintah akan terus berada di tengah masyarakat. Ia mengatakan arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar pemerintah untuk mempercepat penanganan masa darurat sekaligus menyiapkan proses pemulihan.

        "Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat," ujarnya.

        Gibran juga mengingatkan para pengungsi agar tidak buru-buru kembali ke rumah yang mengalami kerusakan. Pasalnya, potensi gempa susulan masih cukup tinggi sehingga keselamatan warga harus menjadi prioritas.

        "Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat (lainnya), nanti kita perbaiki," tambah Gibran.

        Diketahui, berdasarkan data BNPB per Kamis (20/8) sore, gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menyebabkan 75 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 907 orang mengalami luka-luka dan 92.735 jiwa harus mengungsi akibat guncangan serta gempa susulan yang terjadi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: