Bisnis Alat Berat Tertekan, Pembiayaan Multifinance Kontraksi 0,22%
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan penyaluran pembiayaan alat berat oleh perusahaan multifinance terkontraksi 0,22% secara tahunan (yoy) menjadi Rp48,65 triliun pada Juni 2026. Adapun pelemahan ini terjadi di tengah penurunan permintaan alat berat yang turut dicatat sejumlah pelaku industri sepanjang semester I-2026.
Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi penopang utama pembiayaan alat berat. Pada Juni 2026, pembiayaan untuk sektor tersebut mencapai Rp27,13 triliun atau 55,76% dari total pembiayaan alat berat. Dengan besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi salah satu penggerak utama penyaluran pembiayaan alat berat.
“Pada Juni 2026, penyaluran pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan terkontraksi 0,22% secara year on year (yoy) menjadi Rp 48,65 triliun,” ujar Agusman, dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (21/8/2026).
Tekanan pada pembiayaan alat berat ini tercermin pada pelemahan permintaan alat berat oleh pelaku industri, termasuk PT Intraco Penta Tbk (INTA) yang mencatatkan penurunan penjualan sebesar 43,07% menjadi Rp139 miliar hingga Juni 2026, dari Rp244 miliar di tahun sebelumnya. Selain itu, ada pula PT United Tractors Tbk (UNTR) yang catatkan kontraksi pada pendapatan bersih sebesar 15% menjadi Rp58,29 triliun pada semester I-2026, dari Rp68,53 pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Mulai Kirim Alat Berat Listrik, Kobexindo Bidik Permintaan Industri Tambang
Baca Juga: Bawa 50 Produsen Alat Berat Terbaik Dunia, T50 Summit Indonesia 2026 Bakal Digelar di Jakarta
Meski begitu, hingga akhir 2026, OJK memperkirakan pembiayaan alat berat masih dapat membaik seiring dengan perbaikan pada sektor penggunaan alat berat.
"Pembiayaan alat berat diperkirakan membaik hingga akhir tahun 2026 seiring dengan perkembangan aktivitas pada sektor-sektor pengguna alat berat," tuturnya.
Sekedar informasi, OJK membukukan nilai piutang pembiayaan industri multifinance pada Juni 2026 piutang pembiayaan multifinance tercatat mencapai Rp511,26 triliun, tumbuh 1,88%. Pada periode yang sama, NPF gross industri berada di level 3,01%, membaik dibandingkan Mei 2026 yang tercatat 3,06%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: