Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dirawat atau Dihancurkan, Warisan Anies Baswedan Ini Ada di Ujung Pena Pramono Anung

        Dirawat atau Dihancurkan, Warisan Anies Baswedan Ini Ada di Ujung Pena Pramono Anung Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Warisan Anies Baswedan di Jakarta kini memasuki persimpangan penting. Jalur sepeda yang dibangun dan dikembangkan pada masa kepemimpinannya menghadapi evaluasi di era Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

        Pramono mengakui dirinya menerima masukan dari komunitas sepeda, salah satunya Bike to Work (B2W). Kelompok tersebut meminta agar jalur sepeda yang sudah tersedia tidak dihilangkan, terutama jalur yang telah menggunakan sistem proteksi.

        Baca Juga: Pakar: Orasi Beberapa Menit Fatimah Azzahra Lebih Bertenaga daripada Pidato Berjam-jam Prabowo

        “Memang ada usulan, kalau usulannya dari komunitas sepeda, salah satunya Bike to Work, mereka sebenarnya meminta itu dipertahankan,” ujar Pramono, dikutip Sabtu (22/8/2026).

        Namun perrsoalan yang dihadapinya tidak sekadar menyangkut keberadaan jalur sepeda. Masalah utamanya adalah efektivitas fasilitas tersebut di lapangan.

        Sejumlah masyarakat menilai jalur sepeda belum memberikan manfaat maksimal karena masih sering diserobot kendaraan bermotor, terutama sepeda motor.

        Kondisi tersebut kemudian melahirkan usulan yang berlawanan dengan aspirasi komunitas pesepeda. Jika jalur sepeda tidak mampu digunakan secara tertib dan justru menjadi ruang yang kerap dimasuki kendaraan bermotor, muncul gagasan agar fasilitas tersebut dihapus.

        “Tapi usulan dari masyarakat, dari publik, merasa bahwa jalur itu lebih banyak digunakan oleh pemotor,” ujar Pramono.

        Jika jalur sepeda dihapus, ruang jalan yang sebelumnya dialokasikan untuk pesepeda dapat dikembalikan menjadi bagian dari lajur kendaraan bermotor. Pendukung gagasan tersebut berharap kapasitas jalan di sejumlah ruas protokol dapat bertambah sehingga lalu lintas kendaraan lebih leluasa.

        Namun, pilihan tersebut juga membawa konsekuensi lain. Penghapusan jalur sepeda berpotensi mengurangi ruang khusus bagi masyarakat yang memilih sepeda sebagai moda transportasi harian.

        Jalur sepeda merupakan salah satu kebijakan yang melekat pada periode kepemimpinan Anies Baswedan di Jakarta. Fasilitas tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya menyediakan ruang yang lebih aman bagi pengguna sepeda di tengah dominasi kendaraan bermotor.

        Kini, keberlanjutan fasilitas itu tidak lagi sepenuhnya berada pada desain kebijakan masa lalu. Pramono harus menentukan apakah jalur tersebut masih relevan dengan kondisi lalu lintas wilayahnya saat ini.

        Pramono sendiri belum menyampaikan secara terbuka apakah seluruh jalur sepeda akan dipertahankan atau sebagian akan dihapus. Ia menyadari adanya perbedaan pandangan tersebut sehingga keputusan tidak dapat dibuat secara terburu-buru.

        Baca Juga: PDIP Heran Guru Malah Diwajibkan Cicip MBG: Apa Gunanya Ahli Gizi di SPPG?

        “Saya akan segera memutuskan untuk hal tersebut,” kata Pramono.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: