Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Timothy Ronald Bangun Sekolah Kelima di Sumba

        Timothy Ronald Bangun Sekolah Kelima di Sumba Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengusaha dan investor Timothy Ronald kembali memperluas pembangunan fasilitas pendidikan melalui Ronald Foundation. Kali ini, ia mengumumkan pembangunan sekolah kelima yang berlokasi di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

        Pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari misi jangka panjang Timothy untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil Indonesia. Melalui Ronald Foundation, ia menargetkan pembangunan 1.000 sekolah sepanjang hidupnya.

        “Misi gua adalah untuk membangun 1000 sekolah sebelum mati nanti, dan gua ingin membangun institusi yang bisa berdiri lama setelah sudah meninggal nanti dan membuat dunia sedikit lebih baik,” ujar Timothy dalam salah satu podcast.

        Dengan pembangunan sekolah kelima, Ronald Foundation telah hadir di sejumlah wilayah Indonesia Timur dan sekitarnya. Timothy menyebut pencapaian tersebut bukan merupakan titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju target yang lebih besar di bidang pendidikan.

        Bagi Timothy, pembangunan sekolah merupakan bagian dari cara menggunakan kekayaan yang dimilikinya. Ia memandang kekayaan sebagai amanah yang dapat digunakan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

        Di balik aktivitasnya sebagai pengusaha dan investor, Timothy mengatakan ingin menjadi perantara atas berkat yang diterimanya dengan menggunakannya untuk membantu lebih banyak orang. Pandangan tersebut kemudian diwujudkan melalui Ronald Foundation dengan fokus pada penyediaan tempat belajar bagi anak-anak di daerah yang membutuhkan.

        Pembangunan sekolah di Sumba Timur menjadi proyek kelima yang digagas Timothy. Kehadiran fasilitas tersebut diarahkan untuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

        Menurut Timothy, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bangunan sekolah. Akses terhadap tempat belajar juga diharapkan membuka kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak untuk menentukan masa depan mereka.

        Baca Juga: Imbas Karhutla, Pemkot Pontianak Hentikan Sementara Sekolah Tatap Muka

        Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tutup 591 Sekolah, Tambah Buruk

        Baca Juga: Karhutla Makin Parah, Sekolah Sampai Diliburkan, DPR Desak Status Bencana Nasional

        Setiap sekolah yang dibangun, menurutnya, dapat menjadi bagian dari perjalanan seorang anak untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan mengembangkan potensi. Anak-anak tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi berbagai profesi dan pada masa mendatang turut memberikan manfaat kepada masyarakat.

        Target pembangunan 1.000 sekolah menjadi bagian dari visi Timothy untuk membangun institusi yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Ia ingin fasilitas pendidikan yang dibangun tidak berhenti pada manfaat yang diterima generasi saat ini, tetapi dapat terus digunakan oleh generasi berikutnya.

        Dengan rampungnya pembangunan sekolah kelima, perjalanan Ronald Foundation masih menyisakan target pembangunan yang jauh lebih besar. Timothy menegaskan pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: