Kabut Asap Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tutup 591 Sekolah, Tambah Buruk
Kredit Foto: Reuters/Lim Huey Teng
Pemerintah Negara Bagian Sarawak, Malaysia, mengambil langkah darurat dengan menutup 591 sekolah di 10 distrik mulai Kamis (20/8).
Kebijakan ini diberlakukan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kepungan kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan, Indonesia.
Melalui pernyataan resmi di halaman Facebook, Departemen Pendidikan Sarawak menegaskan bahwa penutupan sekolah dilakukan murni demi alasan kesehatan dan keselamatan.
"Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara tidak sehat," terang Departemen Pendidikan Sarawak seperti dikutip dari Channel News Asia.
Berdasarkan data resmi departemen tersebut, penutupan ini berdampak langsung pada 197.323 siswa. Rinciannya mencakup 107.590 murid di 509 sekolah dasar (SD) dan 89.733 pelajar di 82 sekolah menengah.
Adapun 10 distrik yang diliburkan meliputi Kota Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.
Untuk menyiasati agar hak pendidikan anak tidak terabaikan, Departemen Pendidikan Sarawak menginstruksikan seluruh institusi terdampak untuk menerapkan sistem pembelajaran dari rumah (PJJ) selama masa penutupan berlangsung.
Langkah penghentian aktivitas belajar mengajar tatap muka ini merupakan yang kedua kalinya diterapkan di Sarawak sepanjang bulan ini akibat krisis kabut asap karhutla Indonesia.
Pihak departemen menyatakan bahwa perkembangan informasi terkait perpanjangan penutupan atau pembukaan kembali sekolah akan diumumkan kemudian melalui saluran resmi dan kantor pendidikan distrik masing-masing.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat