Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Skenario Jokowi Ambil Alih PSI dari Kaesang, Nama Budi Arie Muncul

        Skenario Jokowi Ambil Alih PSI dari Kaesang, Nama Budi Arie Muncul Kredit Foto: Tangkapan Layar YT K-ESDM
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kabar mengenai skenario Joko Widodo (Jokowi) mengambil alih posisi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari putranya, Kaesang Pangarep, kembali mencuat. Dalam skenario tersebut, nama mantan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi disebut berpotensi masuk untuk mengisi posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI.

        Informasi tersebut diungkapkan jurnalis senior Hersubeno Arief melalui kanal YouTube Hersubeno Point. Hersubeno menyebut Jokowi disebut telah bersiap untuk mengambil posisi ketua umum partai yang saat ini dipimpin Kaesang.

        "Saya mendengar kabar bahwa Jokowi sesungguhnya memang dia sudah bersiap untuk menjadi ketua umum," ujar Hersubeno, dikutip Senin (24/8/2026).

        Menurut Hersubeno, pergantian tersebut tidak berhenti pada posisi ketua umum. Ia menyebut Jokowi juga telah memiliki figur yang diharapkan untuk mendampinginya sebagai Sekjen PSI.

        "Orang yang diharapkan oleh Jokowi untuk mendampingi dia sebagai Sekjen itu adalah mantan ketua umum Projo yakni Budi Arie Setiadi," kata Hersubeno.

        Jika skenario tersebut terealisasi, maka struktur kepemimpinan PSI berpotensi mengalami perubahan cukup besar. Kaesang yang saat ini masih menjabat sebagai ketua umum akan digantikan Jokowi, sementara posisi Sekjen yang kini ditempati Raja Juli Antoni berpotensi diisi Budi Arie.

        Hersubeno menilai posisi Jokowi sebagai Ketua Umum PSI akan memberikan pengaruh politik yang lebih besar dibandingkan ketika dirinya hanya berada di belakang layar sebagai Ketua Dewan Pembina. Menurut dia, posisi ketua umum akan membuat peran Jokowi dalam mengarahkan partai menjadi lebih terlihat.

        Baca Juga: Ketum Projo Budi Arie: Kalau Jokowi Jadi Ketua PSI, Pasti...

        "Kalau masih menyerahkan kepada Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, dan Jokowi masih belakang layar sebagai ketua dewan pembina, ini efeknya tidak semenendang kalau dia menjadi ketua umum," ujar Hersubeno.

        Meski kabar tersebut mencuat, belum ada konfirmasi resmi dari Jokowi maupun jajaran pimpinan PSI mengenai rencana pergantian tersebut. Kaesang masih tercatat sebagai Ketua Umum PSI, sedangkan Raja Juli Antoni masih menjabat sebagai Sekjen.

        Karena itu, informasi mengenai Jokowi yang disebut akan mengambil alih posisi ketua umum PSI masih sebatas kabar yang disampaikan Hersubeno. Belum ada keputusan resmi partai yang mengonfirmasi bahwa pergantian kepemimpinan tersebut akan dilakukan.

        Isu tersebut muncul ketika PSI mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Jokowi sebelumnya telah berbicara mengenai target politik PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Kupang pada 31 Juli 2026.

        Dalam kesempatan tersebut, Jokowi yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina PSI mengatakan target partainya bukan hanya sekadar lolos ke parlemen. Ia menyebut ada target lebih besar yang ingin dicapai PSI pada kontestasi politik mendatang.

        "Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang ingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," kata Jokowi.

        Jokowi juga menilai penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa dapat menjadi modal penting bagi PSI menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, struktur partai yang terbentuk hingga tingkat desa akan menjadi kekuatan besar bagi PSI.

        "Kalau masuk Senayan, tetapi kalau targetkan yang saya sampaikan dari DPRD, sampai ke desanya terbentuk, inilah kekuatan besar Partai Gajah," ujarnya.

        Dengan demikian, kabar mengenai skenario Jokowi mengambil alih PSI muncul bersamaan dengan persiapan partai menghadapi Pemilu 2029. Namun, sampai ada pernyataan resmi dari Jokowi atau PSI, rencana tersebut masih berada pada level informasi dan belum menjadi keputusan partai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: